WAP langsung terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Melihat kondisi korban, teman-teman sebaya panik dan segera membawa WAP ke Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Guru kemudian melanjutkan penanganan dengan membawa korban ke Puskesmas Sumberlawang.
Namun, nyawa WAP tidak berhasil diselamatkan.
Penanganan Polisi dan Sekolah
BACA JUGA:Latihan Silat Siswa SMP Diduga Dianiaya, Penuh Luka Memar, Sempat Dirawat Akhirnya Meninggal
BACA JUGA:Kematian Siswa SMP 19 Akibat Dugaan Bullying, Pemkot Akan Dalami Kasus ini!
Kapolsek Sumberlawang, AKP Sudarmaji, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
Polisi menerima laporan sekitar pukul 10.30 WIB dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, serta mengamankan barang bukti.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Sragen untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna memastikan penyebab kematian secara medis.
“Benar, telah terjadi peristiwa kekerasan yang melibatkan anak di wilayah hukum Polsek Sumberlawang. Saat ini perkara masih dalam penanganan lebih lanjut,” tegas AKP Sudarmaji.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Sragen untuk mendalami faktor pemicu insiden.
Hingga kini, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi yang merupakan rekan sekolah korban dan pelaku.
Alarm Serius bagi Dunia Pendidikan
BACA JUGA:Dua Remaja Pelaku Pembunuhan Siswa SMP di Bandung Barat Terancam Hukuman Mati
BACA JUGA:Lagi-lagi Kasus Keracunan MBG Terjadi! Siswa SMPN 31 Palembang Mual Usai Santap Roti
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan.
Insiden yang berawal dari ejekan sepele berujung pada hilangnya nyawa seorang pelajar.