Tangan Kanan Korban Belum Ditemukan, Di Jari Manis Ada Cincin Emas 3 Suku, Pelaku Pernah Dipenjara

Kamis 09 Apr 2026 - 13:09 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

Karena itu sebelum peristiwa sadis tersebut, pelaku tinggal berdua bersama almarhum ibunya almarhum Siti Asnawati.

Menurut warga, hampir setiap hari, Ibu dan anak itu terlihat berboncengan sepeda motor pergi ke kebun dan pulang dari kebun dan terlihat selalu rukun. 

Sore harinya sepulanh dari kebun, Ahmad Farozi berbaur dengan pemuda desa seperti main voli. Karena itu warga tak menduga jika pelaku tega menghabisi ibunya dengan cara yang sadis.

BACA JUGA:Realme 16 Pro Plus: Berani Tampil Beda dengan Desain Unik, Kamera 200MP Gahar, dan Baterai Badak 7000 mAh

BACA JUGA:Viral! Pengadaan Puluhan Ribu Motor Listrik Berlogo BGN, Benarkah Unit Hanya untuk Jawa Barat?

Iwan Iggalasi mengatakan, diduga korban agak 'cerewet' sehingga sering menasehati korban. Maklum, pelaku adalah satu-satunya anak yang ada di rumah. Diduga ketika menasehati atau memarahi korban di kebun, ucapan korban membuat pelaku emosi.

Warga juga heran mengapa pelaku Ahmad Farozi sampai kecanduan judi online, sebab Desa Karang Dalam sendiri sulit mendapat sinyal internet, kecuali warga yang berlangganan wifi.

Desa Karang Dalam terdiri dari 2 dusun. Jumlah penduduk Desa Karang Dalam sebanyak 300 orang Kepala Keluarga. Mata pencarian penduduk mayoritas sebagai petani.

Warga menduga, jika mendapat uang setelah menjual hasil kebun, pelaku sengaja ke Kota Lahat dan menginap di Hotel. Diduga disanalah pelaku bermain judi online.

BACA JUGA:Pelatih Liverpool Akui Beruntung Hanya Kalah 2-0 Atas PSG

BACA JUGA:PSG Buang Banyak Peluang, Menang 2-0 Atas Liverpool, Kvaratskhelia: Harus Tetap Fokus!

Masih menurut warga, kebiasaan buruk lainnya, tersangka Ahmad Fauzi sering pergi ke tempat hiburan malam yaitu ke beberapa kafe yang tak jauh di desanya. Pelaku disebut-sebut sering ditemani seorang perempuan berambut pirang.

Pelaku juga Sewa Orang Untuk Timbun Jasad Korban

Diwartakan sebelumnya, setelah Siti Anawati dinyatakan sekira 7 hari hilang dari rumah, pencarian terus dilakukan warga.

Secara tak sengaja, 2 orang pemuda desa itu yairu Raju dan Nando menceritakan pernah diminta dan diupah pelaku Ahmad Farozi untuk menggali lubang di kebun korban.

Ketika itu pelaku beralasan membuat lubang yang dalamnya sekira 1,5 meter itu untuk mencetak latek atau getah karet. Wargapun curiga karena hal itu tidak lazim dilakukan petani karet di desa setempat terlebih lubang yang di gali cukup dalam.

Malam hari kepala desa beserta sejumlah warga termasuk 2 pemuda yang sebelumnya diminta menggali lubang berinisitif menuju kebun korban. Ternyata lubang tersebut telah ditimbun tanah.

Kategori :