Aftersales BYD Buruk, Mobil Mantan Anggota DPR Ini Jadi Korban, Tak Sesuai Brandingnya

Jumat 10 Apr 2026 - 16:05 WIB
Reporter : Deby Tri
Editor : Deby Tri

BACAKORAN.CO – Kasus mengejutkan datang dari industri otomotif ketika mantan Anggota DPR RI, Akbar Faizal, membongkar fakta memprihatinkan mengenai aftersales BYD buruk.

Publik seketika dikejutkan oleh keluhan mobil BYD berjenis Seal Premium yang mengalami masalah teknis serius, di mana pihak pabrikan, lembaga pembiayaan, hingga perusahaan asuransi dinilai saling lempar tanggung jawab.

Hal ini menjadi sorotan tajam karena insiden tersebut sama sekali tidak sejalan dengan citra premium yang dibangun merek tersebut di Tanah Air.

Fakta terkait dugaan aftersales BYD buruk ini mencuat luas pada Jumat 10 April, setelah tokoh politik kelahiran 21 Desember 1968 tersebut membeberkan kronologi detailnya melalui akun media sosial.

BACA JUGA:Gak Takut Meledak! Ini Canggihnya Blade Battery BYD Sealion 05 Tembus Jarak Jauh

Dari informasi sosial pribadinya di X dan Instagram @akbarfaizal68 membagikan rentetan keluhan mobil BYD ini bermula dari pembelian unit mewah tersebut pada Desember 2025 lalu.

Sebagai konsumen yang taat aturan, Akbar merasa sangat dirugikan karena masalah teknis teknis kendaraannya tak kunjung menemui titik terang.

Banyak pengamat otomotif tidak menyangka merek sebesar ini bisa tersandung isu aftersales BYD buruk yang dikeluhkan secara terbuka oleh publik figur.

Kendaraan mewahnya dilaporkan mengalami kondisi oleng atau "joget" secara tidak wajar saat digunakan.

Keluhan mobil BYD tersebut makin memanas saat bengkel resmi yang ditunjuk ternyata melakukan salah analisa, sehingga kondisi kerusakan justru makin parah dan dibiarkan berlarut hingga memasuki bulan keempat tanpa kepastian.

BACA JUGA:Kapan BYD Sealion 05 DM-i Rilis di Indonesia? Ini Bocoran Harga OTR plus Jadwal Indennya

Kronologi Lengkap Keluhan Mobil BYD Hingga Penahanan Cicilan

Kekecewaan akibat deretan layanan aftersales BYD buruk ini memuncak saat Akbar memutuskan secara sadar untuk menahan pembayaran cicilan pada bulan April.

Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk protes atas lambatnya respons terhadap keluhan mobil BYD miliknya.

Pihak perusahaan pembiayaan merespons situasi ini dengan metode penagihan agresif menggunakan puluhan nomor telepon berbeda yang pada akhirnya diabaikan.

Puncak dari kekesalan atas aftersales BYD buruk ini terjadi saat tokoh asal Sulawesi Selatan tersebut resmi melayangkan somasi terbuka.

Kategori :