Protokol Keamanan Iran Sebabkan Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Melintas, Ini Penjelasan Teheran!

Minggu 12 Apr 2026 - 23:48 WIB
Reporter : Yanti D.P
Editor : Yanti D.P

BACAKORAN.CO - Dua kapal tanker milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan MT Gamsunoro dan sampai hari ini masih tertahan di Selat Hormuz.

Jalur ini adalah salah satu titik paling vital dalam perdagangan minyak dunia, sehingga setiap pergerakan kapal di kawasan tersebut selalu diawasi ketat.

Kondisi geopolitik yang memanas membuat Iran memberlakukan aturan khusus bagi kapal asing yang ingin melintas.

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi membeberkan bahwa kedua kapal masih tertahan lantaran situasi di Selat Hormuz saat ini belum sepenuhnya normal.

BACA JUGA:Trump Janji Buka Selat Hormuz Segera, Dampak Besar bagi Pasokan Energi Global

BACA JUGA:Harga Minyak Dunia Tembus USD 100, Iran Tutup Selat Hormuz, Pasar Ketar-Ketir!

"Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Harus melalui beberapa protokol yang ditetapkan oleh pihak keamanan," kata Boroujerdi di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, dilansir Bacakoran.co dari CNN Indonesia, Minggu (12/4/2026).

Ia menuturkan kapal-kapal yang hendak melintas Selat Hormuz wajib melalui proses koordinasi dan negosiasi dengan pihak penjaga keamanan Iran.

Protokol tersebut diterapkan untuk memastikan keamanan di tengah situasi konflik.

"Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran," imbuhnya.

BACA JUGA:Terbaru, Iran dan Amerika Serikat Sepakat Gencatan Senjata Bersyarat Selama 2 Minggu, Selat Hormuz Dibuka?

BACA JUGA:Donald Trump Kalang Kabut Usai Iran Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur AS di Selat Hormuz, Nasib Pilot F-15 Misteri

Boroujerdi menegaskan Iran pada prinsipnya tidak menutup akses, tetapi seluruh kapal harus mematuhi aturan yang berlaku di wilayah tersebut.

"Semua harus melalui protokol yang ditetapkan," pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Iran, Abnas Araghchi umumkan bahwa Iran telah menyetujui untuk gencatan senjata jika serangan ke Iran dihentikan.

Kategori :