Geger! 16 Mahasiswa UI Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Percakapan Mesum Grup Chat Tersebar

Selasa 14 Apr 2026 - 08:53 WIB
Reporter : Rida Satriani
Editor : Rida Satriani

PALEMBANG, BACAKORAN.CO – 16 Mahasiswa  UI diduga pelaku pelecehan seksual dipaksa tampil di Sidang FH UI, publik geger, rektor UI turun tangan.

Sidang Internal FH UI Memanas

Suasana sidang internal Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) pada Senin malam, 13 April hingga dini hari 14 April 2026, berubah menjadi panggung luapan emosi. 

Sebanyak 16 mahasiswa yang diduga terlibat kasus pelecehan seksual dipaksa tampil di hadapan massa. 

BACA JUGA:4 Mahasiswa UIN Kalijaga Tewas Saat Main River Tubing, 2 Masih Hilang, Ini Data Lengkapnya

Sorakan “tampilkan!” menggema, membuat forum semakin tegang. 

Rekaman siaran langsung momen tersebut viral di media sosial, memicu perdebatan luas tentang cara penanganan kasus sensitif di lingkungan kampus.

Percakapan Grup Chat Jadi Pemicu

Kasus ini bermula dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menunjukkan langkah cepat dalam merespons isu dugaan pelecehan seksual di kalangan mahasiswa.

Hal ini menyusul beredarnya tangkapan layar percakapan dalam sebuah grup chat yang dinilai memuat konten pelecehan seksual secara verbal dan objektivitas terhadap perempuan.

“Sakit banget lihat ada grup chat anak FHUI yang setiap hari isinya ngelecehin dan objektifikasi perempuan,” begitu narasi yang diunggah akun media sosial sampahfhui, Minggu (12/4/2026).

Dalam percakapan itu, sejumlah mahasiswa diduga melontarkan komentar mesum yang merendahkan mahasiswi lain. 

BACA JUGA:Cek! Daftar Motor Matic Bekas Harga Mulai Rp5 Jutaan, Pajak Hidup Cocok Dompet Mahasiswa dan Pekerja Pemula

Publik pun geram, terlebih setelah bukti percakapan tersebut menyebar luas di media sosial.

Pihak Fakultas Hukum UI melalui akun Instagram resminya menegaskan telah menerima laporan terkait dugaan pelanggaran kode etik yang berpotensi mengandung unsur tindak pidana. 

“Fakultas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik,” tulis pernyataan resmi FH UI.

Rektor UI Angkat Bicara

Rektor Universitas Indonesia, Heri Hermansyah, turut menanggapi kehebohan ini. 

Kategori :