Dewa United Serahkan Ke Komdis PSSI, Buntut Tendangan Kungfu Alberto Hengga

Sabtu 25 Apr 2026 - 08:36 WIB
Reporter : Kumaidi
Editor : Kumaidi

BACAKORAN.CO - Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina menyerahkan sepenuhnya akhir dari aksi kekerasan di Stadion Citarum, Semarang, kepada PSSI. Kekerasan yang melibatkan pemain Dewa United dan Bhayangkara FC di EPA U20.

“Kami menyerahkan hal ini atau kelanjutannya kepada PSSI, Komisi Disiplin, I.League selaku penyelenggara Liga. Mudah-mudahan ini bisa jadi bahan evaluasi kita bersama-sama,” ujar Firman Utina.

Pada minggu (19/4), terjadi kericuhan di akhir pertandingan antara Dewa United melawan Bhayangkara FC dalam Elite Pro Academy atau EPA U20.

Kedua pemain terlibat bersitegang dalam duel yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Dewa United. Dalam kerumunan, tiba-tiba ada tendangan terbang menyasar pemain Dewa United U20.

BACA JUGA:Persib Akan Menantang Anomali saat Tantang Dewa United di BIS

Pemain Bhayangkara FC yang melakukan tendangan kepada pemain Dewa United U20 adalah Fadly Alberto Hengga. Akibat tendangan seperti di film-film kungfu itu, pemain Dewa United langsung tersungkur ke tanah.

Alberto yang lari menjauh usai melakukan tendangan dikejar pemain Dewa United. Rekan-rekannya kemudian melerai sehingga keributan agak mereda.

Kejadian ini disayangkan banyak pihak karena EPA U20 merupakan kompetisi pembinaan. Apalagi yang melakukan tendangan kungfu tersebut merupakan bagian dari pemain Timnas Indonesia U20.

Jika merujuk pada kejadian serupa lainnya, pelaku tendangan ke pemain lawan berakibat hukuman larangan beraktivitas seumur hidup di sepak bola Indonesia. 

Sebagaimana termaktub dalam Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI serta Pasal 10 dan Pasal 19 Kode Disiplin PSSI 2025.

BACA JUGA:Waspada untuk Kontestan Kompetisi, Gegara Tamu VIP Komdis PSSI Hukum Persik Rp 200 Juta!

Ini terjadi pada pemain di Liga 4. Dari Liga 4 Jatim, Komdis PSSI Jatim menjatuhkan hukuman larangan beraktivitas seumur hidup di sepak bola Indonesia kepada pemain klub Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar. 

Hilmi menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha Ardhiyansyah pada Babak 32 besar Grup C Liga 4 Piala Gubernur Jatim, 5 Januari 2026.


Pemain Bhayangkara FC dan Dewa United di EPA U20 melakukan mediasi -Dewa United-

Sehari kemudian, Dwi Pilihanto yang merupakan pemain KAFI FC mendapatkan hukuman serupa karena menendang muka pemain UAD FC pada Liga 4 DIY, 6 Januari 2026.

Kategori :