BACAKORAN.CO – Kasus kekerasan di daycare Little Aresha Yogyakarta kini semakin mengejutkan setelah terungkap identitas owner dan jajaran pengurusnya.
Data yang beredar menunjukkan bahwa pengelola daycare tersebut bukanlah orang sembarangan melainkan seorang hakim pratama di Pengadilan Negeri Tais serta seorang dosen di Universitas Gadjah Mada.
Informasi ini bersumber langsung dari unggahan akun X @dospeng pada 26 April 2026 yang hingga kini telah mencapai lebih dari 200.468 tayangan.
Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menyatakan bahwa Rafid Ihsan Lubis merupakan lulusan S1 Hukum Universitas Gadjah Mada, sedang menempuh S2 Ilmu Hukum di Universitas Brawijaya, serta menjabat sebagai Hakim Pratama di Pengadilan Negeri Tais.
Sementara Cahyaningrum Dewojati tercatat sebagai dosen di Universitas Gadjah Mada.
Gambar pendukung yang dibagikan dalam unggahan X tersebut berupa tangkapan layar dari situs PDDIKTI yang menampilkan profil kedua individu tersebut.
“Sekali lagi.. Pinter boleh, keblinger jangan," tulis X @dospeng.
Pernyataan itu langsung menjadi sorotan karena menyoroti ironi antara latar belakang akademis dan jabatan tinggi dengan dugaan kasus kekerasan yang menimpa anak-anak di daycare.
Orang tua yang menitipkan anak di daycare Little Aresha Yogyakarta semula percaya pada reputasi intelektual pengelola, namun kini muncul kekhawatiran serius terhadap pengawasan dan manajemen operasional harian.
Keunggulan manuver bodi kompak daycare yang seharusnya memberikan rasa aman justru menjadi sorotan negatif ketika integritas pengelola dipertanyakan.
Kasus ini juga menambah daftar kekerasan di lingkungan daycare yang kerap terulang, di mana pengawasan pemerintah dan verifikasi izin operasional menjadi krusial.
Polisi Resmi Tetapkan 13 Pengelola Jadi Tersangka
Penyidik Satreskrim Polresta Yogyakarta resmi menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha, Umbulharjo.
Langkah tegas ini diambil setelah kepolisian menemukan bukti kuat adanya perlakuan tidak manusiawi yang menimpa puluhan balita di lokasi Daycare Little Aresha.