BACAKORAN.CO - KA Argo Bromo Anggrek tabrakan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam. Jumlah korban jiwa dalam insiden tersebut terus bertambah. Petugas Kamar Jenazah RSUD Kota Bekasi mengungkapkan, jumlah korban meninggal akibat tabrakan tersebut sebanyak 7 orang.
Sementara itu, seluruh penumpang KA Argo Bromo selamat dalam insiden tabrakan kereta itu, termasuk masinis. Total ada lebih dari 240 penumpang dalam KA tersebut.
Evakuasi masih berlangsung hingga berita ini dibuat.
Sejumlah penumpang masih ada yang terjepit. Evakuasi menemui kendala karena besi yang sulit dipotong.
Kini, SAR Jakarta berupaya memotong gerbong yang tertabrak.
Kronologi Kecelakaan
Seluruh insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Bekasi Timur pada malam ini (27/4/2026) merupakan kecelakaan beruntun di lokasi yang sama.
‣ KRL tujuan Jakarta berhenti darurat setelah menabrak taksi hijau Green SM.
‣ KRL tujuan Cikarang berhenti lama di Stasiun Bekasi Timur menunggu evakuasi taksi hijau Green SM yang ditabrak KRL tujuan Jakarta. Namun saat berhenti ditabrak KA Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya dari belakang.
BACA JUGA:Viral Aksi Nekat Warga Lampung Blokir Rel Kereta, Begini Tanggapan PT KAI dan Penyebabnya
Saat ini belum terdapat informasi resmi dari KAI mengenai jumlah korban & kronologi, karena proses evakuasi sedang berlangsung.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, sebanyak 74 penumpang kereta yang terluka akibat insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur telah dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Tri menuturkan, 59 korban dirawat di RSUD Kota Bekasi, 12 di RS Primaya Bekasi Timur dan tiga di RS Bella Bekasi Timur.
Adapun korban meninggal dilaporkan 7 orang.
Adapun beberapa korban dilaporkan masih terjebak di gerbong KRL dan masih proses evakuasi hingga Selasa dini hari.