"Meskipun ada keluarga mau membuka kantong pihak rumah sakit tidak bisa mengahalangi. Kami minta pihak Polres Muratara yang langsung kasih himbauan jika ingin membuka kantong jenazah izin ke Polres Muratara," urainya.
Kondisi Korban Luka Dan Fakta 3 Warga Pati Selamat
Di balik tragedi memilukan ini, penelusuran lebih lanjut terkait 3 warga Pati selamat memberikan sedikit kelegaan, meskipun mereka harus mendapat perawatan medis sangat intensif akibat cedera luka bakar.
BACA JUGA:Usai Hilang Instagram Ahmad Dhani Munculkan Postingan Jual Antam dan HP Murah, Benarkah Dihack?
Karena keterbatasan ruang perawatan khusus, 3 korban terpaksa dirawat di RSUD Rupit, sementara sebagian korban luka bakar lainnya segera dialihkan ke berbagai rumah sakit di wilayah Lubuk Linggau.
Humas RSUD Rupit, Fandi, membeberkan secara rinci identitas para korban luka bakar tersebut.
"3 Orang yang dirawat di ICU RSUD Rupit atas nama Bapak Ngadiono umur 44 tahun luka bakar grade 2b alamat Pati Jawa Tengah. Kemudian Bapak M. Tahrul umur 31 tahun, luka bakar grade 3/4 Alamat Tegal Jawa Tengah. Kemudian Ibu Jumiatun umur 35 tahun, luka bakar grade 3 Alamat Pati Jawa Tengah. Semuanya sepertinya harus masuk ICU. Karena ruang ICU kami terbatas, maka hanya 3 korban luka bakar yang dibawa ke RSUD Rupit. Yang lain dibawa ke RS di Lubuk Linggau," ungkap Fandi.
Secara data administratif, 2 orang berasal dari Pati dan 1 orang dari Tegal, merepresentasikan keajaiban bertahan hidup dari amukan api di jalur lintas Sumatera.
BACA JUGA:Viral Pesan Diduga Menkes Budi Gunadi: Bekukan RS dan Lab 1 Tahun Imbas Kasus Dokter Internship
Respons cepat dari BPBD dan jaringan rumah sakit di kawasan Muratara hingga Lubuk Linggau menunjukkan berjalannya protokol kedaruratan regional dalam menangani insiden korban massal, yang tentunya memerlukan evaluasi penambahan kapasitas fasilitas ICU daerah ke depannya.
Ih Ngeri, Ternyata 6 Mei 2025, Kecelakaan Bus ALS Juga Tewaskan Belasan Penumpang
Kecelakaan lalulintas yaitu tabrakan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan Truk Tangki Bahan Bakar Minyak (BBM), di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu siang 6 Mei 2026 sekira pukul 12.30 WIB mengingatkan tragedi kecelakaan lalulintas di tanggal yang sama tahun 2025 yang melibatkan Bus ALS.
Diketahui pada Selasa pagi, 6 Mei 2025, Bus ALS mengalami kecelakaan di Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Bus tersebut diduga mengalami kecelakaan akibat kendala teknis yaitu rem blong.
Kecelakaan Bus ALS bernomor polisi B 7512 FGA itu dikabarkan menewaskan 12 orang penumpang dan puluhan lainnya luka-luka.
Kecelakaan bermula ketika bus ALS melaju dari arah Bukittinggi menuju Padang. Di jalan menurun menjelang terminal, bus diduga mengalami rem blong, tak terkendali, lalu terguling ke kiri dan menabrak pagar rumah warga.
BACA JUGA:16 Korban Dievakuasi dari Bus ALS yang Tabrakan dengan Tangki BBM di Muratara
BACA JUGA:9 Orang Tewas Terpanggang! Adu Kambing Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Jalinteng
Korban dievakuasi ke RSUD Padang Panjang, RS Islam Yarsi, dan Puskesmas terdekat.
Bus ALS merupakan angkutan legendaris asal Sumatera Utara. Bus ini didirikan tahun 1966 di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.
Nah tepat setahun kemudian kecelakaan yang menewaskan belasan penumpang kembali terjadi. Peristiwanya terjadi di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Data sementara, 16 orang penumpang termasuk sopir dan kondektur dinyatakan tewas dan 4 orang dilarikan ke rumah sakit.