Sempat Kabur ke Jakarta, Kyai Cabul Ponpes Pati Akhirnya Dicokok Polisi Pagi Buta

Kamis 07 May 2026 - 13:00 WIB
Reporter : Joko
Editor : Dian

Dika menambahkan bahwa rute pelarian pelaku cukup panjang melintasi berbagai kota besar di Pulau Jawa.

"Sempat ke Kudus, Bogor, kemudian lanjut Jakarta. Setelah itu ke Solo dan Wonogiri," katanya.

BACA JUGA:Lolos dari Amukan Api, 3 Warga Pati Selamat dalam Kecelakaan Maut Bus ALS di Sumsel, Ini Kondisi Terkininya

Peringatan Tegas Kepolisian Jawa Tengah

Sebelum operasi penangkapan berhasil dilakukan, pihak kepolisian memang sudah mencium indikasi pelarian kyai Ashari hingga ke luar pulau.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Artanto menyatakan bahwa tersangka sudah masuk radar tim pemburu.

"Diduga berada di luar wilayah Jawa Tengah. Kemarin sudah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan tidak hadir," katanya.

Artanto juga sempat menegaskan komitmen polisi untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan seksual.

"Saat ini masih dalam pengejaran. Jika ditemukan, langsung ditangkap dan dilakukan penahanan," katanya.

BACA JUGA:Tragedi Maut Jalur Lintas, Daftar Lengkap Identitas Korban Meninggal dan Selamat Bus ALS Muratara

Respon Netizen di Media Sosial

Banyak netizen merasa geram dengan aksi bejat pelaku yang telah merusak masa depan 50 anak didik.

Akun X @grand4pha mengecam keras dengan menilai perbuatan tersebut tidak bisa diampuni, menyebutkan bahwa hukuman mati pun sepertinya masih kurang pantas untuk perbuatan yang menghancurkan puluhan anak.

Senada dengan hal tersebut, akun @TukangTidur07 memberikan komentar menohok yang menyebutkan.

"Disanding dengan iblis pun, lebih ngeri ini orang dari pada iblis," tulisnya.

​Reaksi publik tidak hanya berhenti pada hujatan terhadap tersangka.

"Kawal terus sampai putusan sidang inkrah," tulis akun X @huyogo_simbolon dalam cuitan balasan.

Gelombang protes digital ini membuktikan bahwa kejahatan seksual di lingkungan pendidikan agama merupakan anomali yang sangat meresahkan.

Kategori :