bacakoran.co

Sempat Kabur ke Jakarta, Kyai Cabul Ponpes Pati Akhirnya Dicokok Polisi Pagi Buta

Kyai Ashari pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo Pati tersangka pencabulan 50 santriwati akhirnya ditangkap di Wonogiri setelah buron. --Instagram/twitter

BACAKORAN.CO - Pelarian kyai Ashari pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo Pati yang menjadi tersangka pencabulan 50 santriwati akhirnya terhenti.

Polisi berhasil menangkap buronan kasus kekerasan seksual ini di Wonogiri pada Kamis (7/5/2026) pukul 04.00 WIB.

Penangkapan ini mengakhiri drama pencarian panjang sang kyai yang sebelumnya dilaporkan sempat bersembunyi hingga ke wilayah Jakarta dan Bogor.

Kabar penangkapan tersangka kiai cabul Pati ini sontak memicu reaksi keras di media sosial X, di mana netizen bersatu menuntut hukuman maksimal bagi pelaku.

BACA JUGA:9 Orang Tewas Terpanggang! Adu Kambing Bus ALS vs Truk Tangki BBM di Jalinteng

​Penangkapan tersangka menjadi angin segar bagi proses penegakan hukum dan keadilan korban.

Akun informasi lokal X bernama @Jateng_Twit membagikan momen dramatis ketika polisi meringkus kyai Ashari.

Dalam unggahan yang telah mendapat 34.000 tayangan tersebut, terlihat tangkapan layar foto tersangka berjongkok tanpa perlawanan.

"Kiai Cabul Pati Sembunyi di Sebuah Petilasan Sebelum Diringkus Polisi," yang diunggah ulang dari sumber Instagram.

Jejak Pelarian Panjang kyai Ashari

Untuk kamu yang terus mengikuti perkembangan kasus ini, penangkapan kyai Ashari tentu menjadi kabar yang paling ditunggu.

BACA JUGA:Edan! 50 Santriwati Jadi Korban Pelecehan Kyai di Pati, Warga Kompak Geruduk Ponpes Ndolo Kusumo

Kasus pencabulan santriwati Pati ini sebelumnya memicu kemarahan publik setelah terungkap bahwa korban kebejatan tersangka mencapai 50 orang.

Kondisi memprihatinkan ini membuat aktivitas di Ponpes Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungi dilaporkan lumpuh total tanpa adanya kegiatan belajar mengajar karena ditinggalkan para santrinya.

Kasat Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Haduan Widya Wiratama mengonfirmasi bahwa pelaku selalu berpindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat kepolisian.

Sempat Kabur ke Jakarta, Kyai Cabul Ponpes Pati Akhirnya Dicokok Polisi Pagi Buta

Joko

Dian


bacakoran.co - pelarian kyai ashari pengasuh pondok yang menjadi tersangka pencabulan 50 santriwati akhirnya terhenti.

polisi berhasil menangkap kasus kekerasan seksual ini di wonogiri pada kamis (7/5/2026) pukul 04.00 wib.

penangkapan ini mengakhiri drama pencarian panjang sang kyai yang sebelumnya dilaporkan sempat bersembunyi hingga ke wilayah jakarta dan bogor.

kabar penangkapan tersangka kiai cabul pati ini sontak memicu reaksi keras di media sosial x, di mana netizen bersatu menuntut hukuman maksimal bagi pelaku.

​penangkapan tersangka menjadi angin segar bagi proses penegakan hukum dan keadilan korban.

akun informasi lokal x bernama @jateng_twit membagikan momen dramatis ketika polisi meringkus kyai ashari.

dalam unggahan yang telah mendapat 34.000 tayangan tersebut, terlihat tangkapan layar foto tersangka berjongkok tanpa perlawanan.

"kiai cabul pati sembunyi di sebuah petilasan sebelum diringkus polisi," yang diunggah ulang dari sumber instagram.

jejak pelarian panjang kyai ashari

untuk kamu yang terus mengikuti perkembangan kasus ini, penangkapan kyai ashari tentu menjadi kabar yang paling ditunggu.

kasus pencabulan santriwati pati ini sebelumnya memicu kemarahan publik setelah terungkap bahwa korban kebejatan tersangka mencapai 50 orang.

kondisi memprihatinkan ini membuat aktivitas di ponpes ndolo kusumo, desa tlogosari, kecamatan tlogowungi dilaporkan lumpuh total tanpa adanya kegiatan belajar mengajar karena ditinggalkan para santrinya.

kasat reskrim polresta pati kompol dika haduan widya wiratama mengonfirmasi bahwa pelaku selalu berpindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat kepolisian.

"alhamdulillah sudah tertangkap," katanya seperti dikutip bacakoran dari tribun jateng.

dika menambahkan bahwa rute pelarian pelaku cukup panjang melintasi berbagai kota besar di pulau jawa.

"sempat ke kudus, bogor, kemudian lanjut jakarta. setelah itu ke solo dan wonogiri," katanya.

peringatan tegas kepolisian jawa tengah

sebelum operasi penangkapan berhasil dilakukan, pihak kepolisian memang sudah mencium indikasi pelarian kyai ashari hingga ke luar pulau.

kabid humas polda jawa tengah kombes pol artanto menyatakan bahwa tersangka sudah masuk radar tim pemburu.

"diduga berada di luar wilayah jawa tengah. kemarin sudah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan tidak hadir," katanya.

artanto juga sempat menegaskan komitmen polisi untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan seksual.

"saat ini masih dalam pengejaran. jika ditemukan, langsung ditangkap dan dilakukan penahanan," katanya.

respon netizen di media sosial

banyak netizen merasa geram dengan aksi bejat pelaku yang telah merusak masa depan 50 anak didik.

akun x @grand4pha mengecam keras dengan menilai perbuatan tersebut tidak bisa diampuni, menyebutkan bahwa hukuman mati pun sepertinya masih kurang pantas untuk perbuatan yang menghancurkan puluhan anak.

senada dengan hal tersebut, akun @tukangtidur07 memberikan komentar menohok yang menyebutkan.

"disanding dengan iblis pun, lebih ngeri ini orang dari pada iblis," tulisnya.

​reaksi publik tidak hanya berhenti pada hujatan terhadap tersangka.

"kawal terus sampai putusan sidang inkrah," tulis akun x @huyogo_simbolon dalam cuitan balasan.

gelombang protes digital ini membuktikan bahwa kejahatan seksual di lingkungan pendidikan agama merupakan anomali yang sangat meresahkan.

lemahnya pengawasan asrama membuat sosok figur otoritas dengan mudah menyalahgunakan kekuasaannya.

ke depannya, tugas terberat dari negara selain memastikan tersangka mendapat hukuman seberat-beratnya adalah memulihkan trauma psikologis 50 santriwati yang menjadi korban.

50 santriwati jadi korban pelecehan kyai di pati, warga kompak geruduk ponpes ndolo kusumo

 seorang kyai pengasuh pondok pesantren ndolo kusumo, desa tlogosari, kecamatan tlogowungu, kabupaten , diamankan polisi setelah diduga melecehkan puluhan santriwati.

kasus ini mencuat ke publik setelah video aksi geruduk warga viral di media sosial.

warga setempat dan dari luar daerah turun ke jalan menuntut keadilan karena pelaku yang juga pengurus yayasan diduga mencabuli sekitar 50 santriwati.

polresta pati telah menetapkan pengasuh berinisial a atau as sebagai tersangka kasus pencabulan. 

seperti informasi video viral dari x (twitter) @neveral0nely___ yang diunggah sabtu, 2 mei 2026, dan telah ditonton lebih dari 13.700 kali menampilkan momen massa berteriak “kyai temv*k” sambil menggeruduk lokasi pesantren.

dalam rekaman tersebut, ketua yayasan tampak berbicara di hadapan massa.

polisi menetapkan tersangka setelah serangkaian pemeriksaan.

kasi humas polresta pati, ipda hafid amin, menyatakan bahwa pengasuh ponpes berinisial a telah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan terhadap puluhan santri.

ketua yayasan ndholo kusumo, ahmad sodik, menegaskan dirinya bukan pelaku dan telah menonaktifkan oknum tersebut.

“saya sebagai ketua yayasan ndholo kusumo bukan pelaku. mohon jangan digoreng. biarkan nanti hukum yang berbicara,” ujarnya kepada wartawan, sabtu (2/5/2026). 

aksi geruduk yang melibatkan ratusan warga, aliansi santri pati untuk demokrasi (aspirasi), dan gp ansor pati terjadi pada sabtu siang, 2 mei 2026. warga menuntut kasus ini diusut tuntas.

sejumlah lbh menyatakan siap memberikan bantuan hukum gratis kepada para korban hingga selesai. 

terdapat informasi yang beredar bahwa korban sempat diancam untuk dinikahkan dengan santri lain, meski pihak berwenang masih mendalami keterangan tersebut.

kasus ini menimbulkan keprihatinan mendalam karena terjadi di lembaga pendidikan agama yang seharusnya menjadi tempat aman bagi para santri.

berikut beberapa komentar netizen di x (twitter):

“kasihan korbannya, ingin menuntut ilmu agama eh malah jadi begitu, memang harus kudu hati-hati untuk mencari tempat belajar,” tulis @zelanyh_u5. 

“50 korban? busuk banget,” komentar @angustias87. 

“alhamdulillah udah berani bersikap dan bertindak ke pondok yang seperti ini,” ujar @_sixbalax_.

kasus pelecehan seksual oleh oknum kyai di pati ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap lembaga pendidikan pesantren agar tidak ada lagi korban serupa di masa mendatang.

polisi terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan keadilan bagi semua korban.

Tag
Share