BACAKORAN.CO – Kasus perselingkuhan yang menyeret oknum pegawai Bank Rakyat Indonesia cabang BSD dan mantan tenaga alih daya PLN Tangerang kini memasuki babak krusial.
Istri sah yang menjadi korban pengkhianatan akhirnya mengambil langkah hukum tegas dengan mendatangi Pengadilan Agama Sukabumi pada 11 Mei 2026.
Keputusan berat ini diambil setelah ia membongkar rentetan bukti perselingkuhan, manipulasi obrolan, hingga dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suaminya secara terang-terangan di media sosial.
Berdasarkan tangkapan layar dari unggahan Instastory akun vanilla_jane26 pada 11 Mei 2026, sang istri terlihat sedang duduk di ruang tunggu Pengadilan Agama Sukabumi.
BACA JUGA:Mengaku Khilaf, Wanita Diduga Selingkuhan Pegawai BRI BSD Akhirnya Muncul Buat Pengakuan Begini...
Dalam foto tersebut, ia duduk menghadap ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Ia menyematkan pesan singkat untuk para pengikutnya yang berbunyi, "bntar ya sayang2 nya aku. aku pasti jawab ko".
Bukti Manipulasi dan Sikap Kasar Suami
Sebelum sampai ke meja pengadilan, istri sah telah membeberkan rasa sakit hatinya melalui sorotan Instagram bertajuk perselingkuhan yang diunggah pada 3 Mei 2026.
Ia menyebar berbagai bukti percakapan WhatsApp yang menunjukkan karakter asli suaminya yang diketahui bernama Albi.
Dalam salah satu pesan keluh kesah kepada rekannya, ia meluapkan kekesalannya dengan menuliskan, "Sumpahhhh si albi manusia paling manipulatif jirrr ga merasa bersalah bgt najis".
BACA JUGA:Viral! Pegawai BRI BSD Selingkuh dengan Karyawan PLN, Foto Mesra di Kasur Tipis Tersebar...
Fakta yang jauh lebih mengejutkan terungkap dalam unggahan lain yang menampilkan sang istri sedang tertidur memendam kesedihan sambil dipeluk oleh ibunya.
Dalam keterangan foto tersebut, terkuak bahwa ia tidak hanya dikhianati, tetapi juga menjadi korban kekerasan fisik.
Ia menirukan ucapan sang ibu yang bertanya, "knp gabilang kmrn di tampar sm s albi?km aja sm orgtua blm pernah digampar".
Atas kejadian pilu itu, ia pun memohon ampun kepada ibunya dan menuliskan penyesalan mendalam, "maafin ya mah dulu aku ngelawan ke mamah dan sempet berantem gara2 ngebela si bajingan itu".