BACAKORAN.CO -- Jembatan Teriti yang menghubungkan Desa Air Baru dan Desa Teluk Agung Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, amblas.
Amblasnya jalan dan tanah di pangkal salah satu sisi jembatan itu terjadi pada Senin malam 11 Mei 2026, sekira pukul 23.40 WIB.
Amblasnya salah satu sisi jembatan itu akibat hujan deras yang mengakibatkan banjir akibat meluapnya sungai dibawah jembatan.
Akibat amblasnya jembatan tersebut, arus lalulintas kendaraan dari Desa Air Baru dan Desa Teluk Agung atau sebaliknya terputus.
BACA JUGA:Jembatan Gantung Sukabumi Tiba-tiba Ambruk Saat Dilintasi Warga, 3 Korban Jatuh ke Sungai
BACA JUGA:Baru Selesai Diperbaiki, Jembatan Darurat di Ogan Ilir Roboh Lagi, Warga Minta Solusi Permanen
Meskipun konstruksi utama jembatan baja nampak masih kokoh, namun jembatan tersbeut tak dapat dilalui kendaraan.
Akibat kejadian itu, mobilitas masyarakat antara Desa Air Baru dan Desa Teluk Agung lumpuh total. Pelajar yang hendak berangkat sekolah, warga yang akan bekerja, hingga distribusi kebutuhan pokok ikut terganggu.
Warga kini terpaksa mencari jalur alternatif untuk menuju dua desa tersebut yang jaraknya cukup jauh.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan darurat agar akses utama itu dapat kembali digunakan. “Kami berharap cepat diperbaiki, karena ini satu-satunya akses utama masyarakat,” jelas warga.
BACA JUGA:Awas Penipuan Haji, Polisi Saudi Tangkap 2 WNI Karena Palsukan Dokumen Haji
BACA JUGA:Banting Harga! Rekomendasi 8 HP Vivo 2 Jutaan Spek Dewa yang Dilengkapi Fast Charging 80 Watt
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten OKU Selatan Indra Gunawan melalui Sekretaris Badan Uliatiliska membenarkan kejadian tersebut. “Tim BPBD sudah bergerak ke lokasi untuk melakukan survei dengan membawa alat berat,”katanya.
Pihak BPBD juga mengimbau masyarakat agar sementara waktu tidak melintasi area jembatan karena kondisi konstruksi belum dipastikan aman.
Warga diminta tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.