BACAKORAN.CO - Kasus pelecehan seksual kembali mencoreng dunia pendidikan tinggi setelah seorang oknum dosen senior di Universitas Nahdlatul Ulama atau UNU Blitar diduga melakukan tindakan tidak terpuji terhadap anak didiknya.
Sebanyak 15 mahasiswi dilaporkan menjadi korban aksi bejat sang pendidik dalam rentang waktu tahun 2022 hingga 2025.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari laporan lembaga pendampingan korban di lingkungan kampus, dosen UNU Blitar tersebut melancarkan aksinya dengan berbagai cara.
Pelaku melakukan pelecehan seksual secara verbal maupun nonverbal kepada para korban.
BACA JUGA:Jaringan Pengedar Sabu Lintas Kabupaten Ogan Ilir - Banyuasin Terbongkar
Kasus pelecehan seksual ini tercatat paling sering terjadi saat proses belajar mengajar sedang berlangsung di dalam ruangan kelas.
Modus operandi yang digunakan pelaku terbilang manipulatif.
Oknum dosen tersebut sengaja mendekati para mahasiswi korban yang sedang fokus menatap layar laptop mereka.
Tidak hanya di area kampus, pelaku juga disebut pernah melancarkan aksinya di kediaman pribadinya saat mahasiswi datang untuk keperluan "bimbingan skripsi".
BACA JUGA:Aniaya Pelajar SMA Pakai Pisau Sangkur, 4 Remaja di Lubuk Linggau Ditangkap, Salah Satunya Residivis
Salah satu korban bahkan mengaku terkejut karena pelaku tiba-tiba menyentuh dan melecehkan area pipinya.
Selain kontak fisik, pelaku turut mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp yang berisi kata-kata tak senonoh kepada mahasiswinya.
Menyikapi krisis moral ini, para korban yang berasal dari berbagai angkatan tidak tinggal diam dan menuntut keadilan.
Saat ini, ke 15 mahasiswi tersebut telah mendapatkan pendampingan intensif dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atau PMII Komisariat Blitar dan Lembaga Pers Mahasiswa atau LPM Bhanu Tirta UNU Blitar.