MPR Minta Maaf dan Gelar Final Ulang LCC, SMAN 1 Pontianak Justru Beri Jawaban Menohok: Sampai Jumpa di 2027

Jumat 15 May 2026 - 12:00 WIB
Reporter : Riza
Editor : Agung

BACAKORAN.CO – SMAN 1 Pontianak secara resmi menyatakan enggan terlibat dalam pelaksanaan ulang final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.

Keputusan ini diambil meskipun Ketua MPR RI Ahmad Muzani telah menginstruksikan jadwal ulang akibat polemik penjurian yang sempat viral di media sosial. 

Kepala SMAN 1 Pontianak Indang Maryati menegaskan bahwa sikap instansinya sudah bulat untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi ulang tersebut.

Indang menjelaskan bahwa langkah yang ditempuh sekolah adalah bentuk edukasi moral kepada siswa agar lebih mementingkan kejelasan proses daripada hasil akhir.

BACA JUGA:Juri dan MC Cerdas Cermat Dinonaktifkan, MPR Minta Maaf

SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, ujar Indang dalam pernyataan resminya.

Dia menambahkan bahwa pihaknya tidak memiliki niat sedikit pun untuk menjatuhkan kredibilitas penyelenggara maupun individu juri yang bertugas.

Alasan Utama Penolakan Partisipasi SMAN 1 Pontianak

Ada beberapa poin krusial yang mendasari mengapa sekolah unggulan ini memilih untuk mundur dari babak final ulang yang ditawarkan oleh MPR RI:

 1. Fokus pada Klarifikasi Bukan Kemenangan: Sekolah menekankan bahwa tujuan utama mereka bersuara adalah untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan dalam sistem penilaian.

BACA JUGA:MPR RI Minta Maaf Secara Terbuka, Nasib Juri dan MC LCC Empat Pilar Langsung Dinonaktifkan

 2. Menghormati Hasil yang Ada: SMAN 1 Pontianak secara ksatria mengakui keunggulan lawan dan menyatakan tetap menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan sebelumnya.

 3. Dukungan untuk SMAN 1 Sambas: Pihak sekolah memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan resmi Kalimantan Barat yang akan berlaga di tingkat nasional.

 4. Menjaga Kondusivitas: Dengan mundurnya mereka, diharapkan kegaduhan yang terjadi di ruang publik segera berakhir dengan semangat kebersamaan.

Polemik ini bermula dari sebuah video yang viral di platform digital yang memperlihatkan ketidakkonsistenan dewan juri.

Dalam potongan video yang beredar luas, Regu C dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban benar namun diberi nilai minus 5.

Kategori :