Meskipun terdakwa langsung memutuskan untuk mengajukan langkah hukum banding, fenomena unik dan dramatis justru terjadi sesaat setelah ketukan palu sidang berakhir.
Terdakwa terpantau langsung lari terbirit-birit menghindari kejaran awak media nasional yang telah menunggu di luar ruang sidang Pengadilan Negeri Semarang.
Kecepatan berlarinya menuju mobil tahanan sangat kencang hingga membuat borgol yang terpasang di pergelangan tangannya terlepas seketika di area publik.
Para wartawan yang berada di lokasi pun spontan berteriak meminta konfirmasi, "Mau kemana pak buru-buru amat. Gimana Pak Basuki," namun kalimat tersebut sama sekali tidak direspons oleh sang perwira yang terus melangkah cepat tanpa menengok ke belakang.