BACAKORAN.CO – Dosen Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta berinisial S dinonaktifkan setelah diduga melakukan kekerasan seksual terhadap puluhan mahasiswi saat bimbingan skripsi dan magang.
Kasus ini mencuat sejak 2022 namun baru viral belakangan ini, memicu demonstrasi besar-besaran mahasiswa yang menuntut reformasi birokrasi kampus.
Informasi yang beredar menyebutkan setidaknya 8 dosen dari berbagai fakultas terlibat pola pelecehan serupa.
Mahasiswa menilai respons awal kampus tidak memuaskan, sehingga korban akhirnya speak up secara kolektif.
Kronologi skandal 8 oknum Dosen UPN Yogyakarta terlibat dugaan dugaan kekerasan seksual
Kasus ini pertama kali diungkap melalui untaian (thread) di X oleh akun @onlonenyside pada 17 Mei 2026.
Thread tersebut memuat bukti tangkapan layar chat serta kronologi korban
Menurut kronologi yang dirangkum dalam thread tersebut, kasus bermula ketika dua rekan mahasiswa speak up soal pelecehan fisik oleh Bapak S saat bimbingan magang dan skripsi.
Setelah dihimpun ternyata korban jauh lebih banyak.
Thread lanjutan oleh @intinyadeh pada 21 Mei 2026 (ditayangkan 468.285 kali) menyebutkan sekitar 15 korban hanya dari dosen tersebut.
"Kasus setidaknya dr 2022, modus ngajak makan, nonton, penelitian, infoin loker, bimbingan di luar," tulis akun X @intinyadeh.
Banyak korban takut melapor karena pelaku sebagai pembimbing skripsi yang berwenang menentukan kelulusan.
Laporan sebelumnya ke dekanat dan jurusan disebutkan mendapat respons tidak memuaskan, bahkan ada saran yang dianggap “ra mutu” (tidak bermutu).
Kasus ini sudah ada sejak 2022 tetapi tenggelam hingga viral belakangan.