Terbongkar! Selain Prihantini, 3 Peneliti Ini Terseret Kasus Dugaan Mafia Pemalsuan Riset Internasional

Selasa 26 May 2026 - 15:00 WIB
Reporter : Antonio
Editor : Jesika

BACAKORAN.CO – Kasus dugaan penipuan riset dalam konferensi ilmiah internasional yang melibatkan peneliti bernama Prihantini kini memasuki babak baru setelah 3 nama rekan sejawatnya mencuat ke publik.

Skandal manipulasi data akademik ini dilakukan secara terorganisir demi mendapatkan dana bantuan perjalanan atau travel grant ke luar negeri.

Terbongkarnya jaringan pemalsuan ini memicu keprihatinan mendalam karena mencoreng reputasi komunitas akademik Indonesia di kancah internasional.

Informasi mengejutkan mengenai dugaan penipuan riset konferensi ilmiah ini pertama kali diunggah oleh pengguna media sosial X melalui akun @ridhaintifadha pada tanggal 26 Mei 2026.

BACA JUGA:Memalukan Negara! Oknum Peneliti Indonesia Diduga Manipulasi Data Demi Liburan Gratis, Begini Modus Pelaku

Dalam unggahan yang langsung menyita perhatian publik dan menjadi perbincangan hangat netizen tersebut, sang pemilik akun membagikan tangkapan layar yang memuat daftar nama terduga pelaku pemalsuan riset.

Akun tersebut menjabarkan bahwa praktik lancung ini tergolong sebagai kejahatan kerah putih yang sangat terencana.

Kamu perlu mengetahui bahwa tiga nama baru yang ikut terseret dalam pusaran kasus skandal Prihantini ini adalah Riana Dwi Kurniawati, Amniatus Saadah, dan Dimas Fajar Prasetyo.

Ketiganya diduga bekerja sama secara sistematis untuk meloloskan proposal riset fiktif agar bisa terbang ke luar negeri menggunakan dana hibah.

BACA JUGA:Memilukan! Terekam CCTV, Selebgram Diduga Hantam WNA hingga Tewas di Area Blok M

Melalui unggahannya di platform X, akun @ridhaintifadha memberikan kesaksian langsung dari lokasi acara.

"Pemalsuan riset terorganisir yang baru ketahuan saat konferensi di Denmark ini jatuhnya White Collar Criminal. Saya pun penasaran jejaring pelakunya. Di akun IG W.O.D.D sebenarnya udah di spill nama-namanya. Tapi saya penasaran jejak digitalnya di internet. Dan ini yang saya temukan," ungkap akun @ridhaintifadha dalam cuitannya yang viral.

Berdasarkan bukti digital yang dibagikan, keempat nama yang disebutkan di atas diyakini merupakan satu kelompok terpadu yang saling mendukung aksi manipulasi ini demi mencairkan insentif dana perjalanan.

Pemilik akun @ridhaintifadha menegaskan bahwa di luar nama-nama terduga pelaku tersebut, para peserta konferensi lainnya merupakan peneliti yang murni berintegritas dan saling mengenal dengan baik.

BACA JUGA:Syok! Pelanggan Temukan 2 Kali Anak Kecoak di Nasi Goreng di Resto Palembang, Netizen Tebak Solaria

Kategori :