BACAKORAN.CO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, Bahlil Lahadalia, akhirnya buka suara terkait fenomena lagu viral berbasis kecerdasan buatan berjudul MBG atau Mas Bahlil Ganteng yang tengah ramai diperbincangkan.
Fenomena lagu AI MBG ini mencuri perhatian publik karena liriknya yang jenaka dan melodinya yang mudah diingat, hingga membuat Bahlil sendiri merasa sangat penasaran.
Dalam sebuah perbincangan santai, Bahlil menyatakan niatnya untuk mencari dan bertemu langsung dengan sang kreator di balik karya viral tersebut.
Mengutip informasi dari kanal YouTube TribunJakarta Official yang diunggah pada 30 Mei 2026, Bahlil terlihat berbincang akrab dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Perbincangan hangat ini terjadi di sela-sela pelaksanaan ibadah haji.
Bahlil dengan santai menanggapi tren tersebut dan mengakui bahwa lagu itu cukup menghibur kesehariannya.
"Siapa yang bikin lagunya coba. Kalau itu asli penasaran, saya akan minta tolong untuk saya mengundang. Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang makan," ungkap Bahlil.
Bahlil juga membagikan cerita lucu tentang bagaimana keluarganya merespons lagu tersebut.
Menurutnya, anak-anaknya sering menjadikannya bahan candaan di rumah setiap pagi.
BACA JUGA:PT Mega Finance Medan Paksa Debitur Bayar Lunas Mobil Rp148 Juta, Selisih Rp16 Juta Dipertanyakan?
"Karena penasaran juga saya. Saya lagi pada umur, tapi setiap pagi bangun anak saya aja ketawain saya, Bapak MBG. Wah sampai anak saya semuanya," tambahnya sambil tertawa.
Namun, di balik apresiasinya terhadap kreativitas anak muda, Bahlil yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar memberikan peringatan penting terkait etika digital.
Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi di era demokrasi sosial harus tetap terukur dan memikirkan dampak jangka panjang.
"Jadi kreativitas itu harus dihargai selama dalam kerangka yang baik dan benar. Cuma 1 aja saran saya di era demokrasi sosial ini penting namun kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh jangan sampai masuk di SARA, tidak boleh karena apa, itu akan memicu solidaritas kita sama anak bangsa," tegas Bahlil.