BACAKORAN.CO - Peluang tunggal putri meraih gelar juara di Indonesia Open 2026 pupus. Putri Kusuma Wardani yang menjadi tumpuan di kategori ini menelan kekalahan di babak perempat final.
Putri Kusuma Wardani atau Putri KW kalah dari wakil China, Chen Yu Fei dengan kedudukan 13-21, 22-20 di Istora Senayan, Jumat (5/6).
Putri KW kalah usai berjuang selama 45 menit. Kekalahan ini menegaskan dominasi Chen Yu Fei atas Putri KW.
Ini adalah kekalahan keempat Putri KW dari empat pertemuan. Sebelum ini, Putri KW kalah atas Chen Yu Fei di Swiss Open 2025, All England Open Badminton Championship 2025, dan Denmark Open 2023.
BACA JUGA:Putri KW ke Perempat Final Indonesia Open 2026, Tantang Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020
Hanya, kekalahan hari ini lebih menyakitkan. Sebab, Putri KW takluk di depan publik sendiri.
Kekalahan ini juga menutup peluang Indonesia memenangkan gelar juara kategori tunggal putri di Indonesia Open 2026. Terakhir kali wakil Indonesia juara di Indonesia Open pada 2001 saat Ellen Angelina naik podium.
“Sebenarnya cukup puas dengan permainan saya, cara mainnya. Cuma memang di game kedua itu lumayan jauh banget saya unggul, yang buat saya kecewa apa ya, sedikit lagi saya bisa rubber game dan punya kesempatan untuk menang juga kan. Tapi di poin 18 malah jadi buru-buru terus,” kata Putri setelah pertandingan.
Putri KW kecewa tidak bisa mengeluarkan kemempuan terbaiknya di Indonesia Open 2026-PBSI-
“Di saat-saat setting mungkin kelihatannya saya mempercepat tempo. Padahal kalau Chen Yu Fei dicepetin, tangannya cukup bisa meng-cover. Sebetulnya justru saya banyak dapat poin dari reli-reli. Sayangnya, di saat itu saya malah terburu-buru,” imbuhnya.
Putri sebetulnya punya peluang untuk menang saat unggul jauh 17-9 di game kedua. Namun yang terjadi justru Chen mengambil alih kontrol permainan dan mendekat hingga 16-18.
BACA JUGA:Putri KW Tantang Wakil Kanada di Babak 16 Besar Indonesia Open 2026, Revans!
Saat kedudukan setting 20-20, Chen yang tampil lebih tenang akhirnya mampu merebut game kedua sekaligus mengamankan tiket semifinal.
“Yang menyulitkan dari Chen Yu Fei adalah fokusnya, waktu ketinggalan, dia tetap masih berusaha dapetin satu poin, satu poin," jelasnya.
"Walaupun ketinggalan cukup jauh, tapi dia dari fokus dan konsistensi permainannya sangat kuat. Sementara saya masih banyak buang poin di dalam situasi seperti ini,” kata Putri.