Amalan Menyambut 1 Muharram: Tradisi Minum Susu Putih yang Dianjurkan Abuya Al-Maliki

Senin 15 Jun 2026 - 11:57 WIB
Reporter : Doni Bae
Editor : Doni Bae

BACAKORAN.CO -- Tahun Baru Islam 1 Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah.

Bagi umat Islam, momentum ini menjadi kesempatan untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, dan memulai lembaran baru dengan penuh harapan kepada Allah SWT.

Di berbagai daerah, masyarakat memiliki tradisi dan amalan tersendiri dalam menyambut datangnya 1 Muharram.

Salah satu amalan yang cukup dikenal di kalangan pecinta ulama Ahlussunnah adalah minum susu putih pada malam 1 Muharram sebagaimana dianjurkan oleh ulama besar asal Makkah, Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki.

BACA JUGA:Sebelum Terlambat! ini 7 Amalan di Bulan Muharram ala Ustaz Adi Hidayat, Salah Satunya Puasa Jangan Terlewat

BACA JUGA:9 Amalan Dahsyat Banget di Bulan Muharram yang Wajib Kamu Coba, Salah Satunya Taubat!

Tradisi ini tidak hanya mengandung nilai simbolik, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan optimisme dan doa di awal tahun baru Islam.

Siapa Abuya Muhammad bin Alawi Al-Maliki?

Nama Abuya As-Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki bukan sosok asing di dunia Islam. Beliau merupakan ulama besar keturunan Rasulullah SAW yang lahir di Makkah dan dikenal luas sebagai guru para ulama dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pemikirannya banyak berfokus pada penguatan akhlak, kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan menjaga tradisi keilmuan Islam yang moderat.

Salah satu amalan yang beliau biasakan setiap memasuki 1 Muharram adalah membagikan susu putih kepada para santri dan murid-muridnya.

Menurut penjelasan para murid Abuya Al-Maliki, amalan minum susu putih dilakukan sebagai bentuk tafa'ul atau mengambil pertanda baik.

BACA JUGA:Riyanti Ardila, ASN Pemkab Ogan Ilir Viral Maki Kurir Paket, Kini Minta Maaf, Begini Kronologinya

BACA JUGA:Gelapkan Uang Pembayaran Ayam, Kurir Dilaporkan ke Polisi Hingga Berhasil Dibekuk

Warna putih pada susu dimaknai sebagai simbol kesucian, kebersihan hati, serta harapan agar sepanjang tahun yang akan dijalani dipenuhi kebaikan dan keberkahan.

Dalam tradisi Islam, tafa'ul merupakan sesuatu yang dikenal dan dibolehkan selama tidak bertentangan dengan syariat. Rasulullah SAW sendiri menyukai kata-kata dan pertanda yang baik sebagai bentuk optimisme kepada Allah SWT.

Kategori :