BACAKORAN.CO – Membeli mobil atau motor bekas menjadi pilihan cerdas bagi banyak masyarakat yang ingin memiliki kendaraan dengan harga lebih terjangkau. Bahkan, dengan anggaran yang sama, pembeli bisa mendapatkan spesifikasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan membeli unit baru.
Namun, di balik harga yang menggiurkan, pasar kendaraan bekas juga menyimpan berbagai risiko. Tidak sedikit calon pembeli yang akhirnya menyesal karena mendapatkan kendaraan bekas banjir, bekas tabrakan berat, odometer yang dimanipulasi, hingga dokumen kendaraan yang bermasalah.
Agar tidak mengalami kerugian besar di kemudian hari, ada beberapa tips aman membeli mobil dan motor bekas yang wajib diperhatikan sebelum melakukan transaksi.
BACA JUGA:5 Mobil Bekas Paling Irit BBM dan Murah Perawatan di Indonesia 2026, Nomor 5 Jadi Andalan Keluarga!
Cek Keaslian Surat Kendaraan Sebelum Melihat Kondisi Fisik
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memeriksa legalitas kendaraan. Padahal, keaslian dokumen menjadi faktor paling penting dalam proses pembelian kendaraan bekas.
Pastikan data yang tertera pada STNK dan BPKB sesuai dengan identitas kendaraan. Cocokkan nomor mesin dan nomor rangka yang tercetak pada dokumen dengan yang ada pada kendaraan.
Saat ini, pembeli juga dapat memanfaatkan layanan Samsat Digital atau aplikasi e-Samsat untuk mengecek status pajak dan legalitas kendaraan. Jika memungkinkan, ajak penjual melakukan pengecekan langsung ke kantor Samsat agar lebih aman.
BACA JUGA:Jangan Asal Murah! Ini 7 Area Wajib Diperiksa Sebelum Beli Mobil Bekas, Biar Gak Kecolongan
Jangan Mudah Percaya pada Tampilan Bodi yang Mulus
Banyak kendaraan bekas terlihat seperti baru karena telah menjalani proses perbaikan dan pengecatan ulang. Oleh karena itu, jangan hanya fokus pada tampilan luar.
Perhatikan celah antarpaneel bodi, kondisi baut pintu, kap mesin, dan bagasi. Jika terdapat bekas bongkar pasang yang tidak wajar, bisa jadi kendaraan tersebut pernah mengalami kecelakaan.
Pada mobil, periksa area sasis dan titik las pabrikan. Struktur yang berubah atau bekas pengelasan kasar dapat menjadi indikasi adanya riwayat tabrakan berat.
Waspadai Kendaraan Bekas Banjir
Salah satu risiko terbesar saat membeli kendaraan bekas adalah mendapatkan unit yang pernah terendam banjir.