BACAKORAN.CO – Konferensi pers kelompok yang menyebut diri BEM Bersatu menuai kontroversi setelah banyak universitas membantah mengirim perwakilan.
Kelompok ini menolak gerakan mahasiswa yang melakukan aksi demo kemarin dan menyatakan aksi tersebut telah kehilangan arah.
Video konferensi pers yang beredar luas di X memperlihatkan pernyataan sikap BEM Bersatu yang mendesak sterilisasi gerakan mahasiswa dari intervensi politik praktis, mendukung Program Makan Bergizi Gratis dengan catatan perbaikan tata kelola, serta pengusutan koruptor tanpa pandang bulu.
Namun klaim representasi dari berbagai fakultas dan universitas justru dibantah pihak kampus.
BACA JUGA:Tegas! Mahasiswa UBK MH Thamrin Tolak Makan Malam Gibran dan Beri Tenggat 5x24 Jam untuk 6 Tuntutan
Dari data di X, akun @bismillahyuk_ pada Selasa, 16 Juni 2026, memposting video beserta foto dari konferensi pers tersebut.
BEM FTI Universitas BSI menyatakan tidak pernah mengirim perwakilan.
"Jadi.. atas nama Ahmad?! Yg katanya perwakilan dr BEM Fakultas Teknik UBSI? Ada yg mau claim?" tulis @bismillahyuk_.
Sementara itu, BEM FPSi UNJ mengklarifikasi bahwa "Oknum: Ahmad Ghazy" merupakan alumni angkatan 2020 dan bukan bagian dari BEM saat ini.
Netizen pun ramai berkomentar memberikan respon mengetahui fakta tersebut.
"Orang-orang kayak mereka ini yang wajib digeruduk karena udah bawa-bawa organisasi & almamater," tulis @MioTzy21.
"Alumni bukannya cari kerja malah mau disewa rezim," tulis @lucydream133.
Dalam Video Konferensi Pers terlihat perwakilan yang mengenakan jas almamater bergantian membacakan pernyataan sikap di depan mikrofon.
Mereka mengkritik aksi mahasiswa sebelumnya sebagai minim kajian dan kehilangan arah, sambil menekankan tuntutan sterilisasi gerakan dari pendanaan politik.