BI Rate Naik, Tabungan Makin Cuan atau Cicilan Kian Mencekik? Simak Dampaknya untuk Keuangan Anda

Minggu 21 Jun 2026 - 12:54 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Dampak Kenaikan BI Rate terhadap Tabungan, Deposito dan Cicilan KPR

BACAKORAN.CO – Perubahan suku bunga acuan atau BI Rate selalu menjadi perhatian pelaku ekonomi, perbankan, hingga masyarakat umum. Pasalnya, kebijakan yang ditetapkan Bank Indonesia ini memiliki pengaruh langsung terhadap bunga tabungan, deposito, kredit kendaraan, hingga cicilan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Ketika BI Rate mengalami kenaikan, sebagian masyarakat bisa memperoleh keuntungan dari simpanan yang dimiliki. Namun di sisi lain, pemilik pinjaman justru berpotensi menghadapi beban cicilan yang lebih besar. Lantas, siapa yang paling diuntungkan dan siapa yang perlu lebih waspada saat suku bunga acuan meningkat?

BACA JUGA:IHSG Rontok, BI Rate Bisa Jadi ‘Dopping’ atau Malah Picu Krisis Baru?

Apa Iu BI Rate dan Mengapa Penting?

BI Rate atau suku bunga kebijakan merupakan instrumen moneter yang digunakan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, serta menjaga nilai tukar rupiah.

Besaran suku bunga acuan ini menjadi referensi bagi industri perbankan dalam menentukan tingkat bunga produk simpanan maupun pinjaman. Karena itu, setiap perubahan BI Rate biasanya akan diikuti oleh penyesuaian oleh bank dalam beberapa waktu berikutnya.

Secara umum, ketika BI Rate naik, bunga tabungan dan deposito cenderung meningkat. Namun pada saat yang sama, bunga kredit juga berpotensi ikut naik sehingga biaya pinjaman menjadi lebih mahal.

BACA JUGA:Dampak BI Rate Turun Jadi 5,75% terhadap Perbankan: Kredit Murah, Usaha Melaju!

Dampak Kenaikan BI Rate terhadap Tabungan dan Deposito

Banyak masyarakat bertanya, apakah BI Rate naik menguntungkan deposito? Jawabannya, dalam banyak kasus memang iya.

Saat suku bunga acuan meningkat, bank biasanya akan menaikkan bunga deposito untuk menarik dana masyarakat. Kondisi ini memberikan peluang bagi nasabah untuk memperoleh imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan ketika suku bunga berada pada level rendah.

Selain itu, bunga yang lebih menarik juga membuat aktivitas menabung menjadi lebih menguntungkan. Tidak sedikit masyarakat yang memilih menempatkan dana pada deposito berjangka karena menawarkan tingkat pengembalian yang relatif stabil dengan risiko yang rendah.

BACA JUGA:PERINGATAN! Rupiah Pagi Ini Makin Tak Berdaya Pasca BI Rate Naik, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Kondisi tersebut juga mendorong banyak nasabah memperpanjang tenor deposito guna memaksimalkan keuntungan dari kenaikan suku bunga.

Kategori :