BACAKORAN.CO - Begadang nonton Piala Dunia menjadi kebiasaan yang sulit dihindari saat turnamen sepak bola terbesar di dunia berlangsung.
Apalagi ketika pertandingan tim favorit digelar dini hari, banyak orang rela mengorbankan waktu tidur demi menjadi saksi kemenangan di depan layar.
Masalah muncul ketika jadwal pertandingan justru hadir di tengah hari kerja.
Dilema pun tak terhindari, memilih menikmati atmosfer pertandingan secara langsung atau menjaga stamina agar tetap prima saat bekerja keesokan paginya.
Fenomena ini rupanya bukan sekadar soal kantuk biasa. Ada dampak kesehatan yang cukup serius jika pola tidur berantakan selama beberapa pekan turnamen berlangsung.
Demam Piala Dunia Bikin Banyak Orang Rela Kurang Tidur
Atmosfer kompetisi seperti FIFA World Cup 2026 memang selalu menghadirkan euforia besar.
Jadwal pertandingan yang berlangsung hingga dini hari membuat banyak pekerja tetap terjaga sampai subuh demi mendukung tim favorit.
BACA JUGA:Arema FC Kapok Kebobolan Usai Dibobol Pemain PSBS, Ini Pesan Pelatihnya Jelang Lawan PSIM
Situasi seperti ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pekerja dengan rutinitas padat sejak pagi hari.
Tidak sedikit yang akhirnya tetap masuk kantor meski hanya tidur beberapa jam.
Padahal, kurang tidur bukan hanya membuat tubuh terasa lelah, tetapi juga memengaruhi fungsi otak secara langsung.
Dokter Sarankan Tidur Lebih Awal Jika Ingin Menonton Pertandingan Dini Hari
Dokter Spesialis Kedokteran Okupasi, Muchammad Arief Gunawan menjelaskan bahwa kebiasaan menonton pertandingan hingga dini hari sebenarnya masih bisa disiasati.
Menurutnya, momen seperti Piala Dunia bersifat sementara sehingga tubuh masih dapat beradaptasi jika pengaturan waktu tidur dilakukan dengan benar.