BACAKORAN.CO – Pergerakan pasar keuangan global kembali menjadi perhatian pelaku usaha dan investor. Dolar Amerika Serikat (USD) masih menunjukkan penguatan didukung data ekonomi AS yang solid, sementara yen Jepang (JPY) terus tertekan hingga diperdagangkan di sekitar 162,60 per dolar AS, mendekati level terlemahnya dalam hampir empat dekade.
Meski pasar masih mencermati potensi intervensi pemerintah Jepang, tekanan terhadap yen belum mereda. Di sisi lain, pernyataan pejabat bank sentral AS kembali memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi masih akan bertahan lebih lama.
Data Ekonomi AS Dorong Penguatan Dolar
Investor mengabaikan meningkatnya tensi geopolitik setelah data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kondisi yang masih kuat.
Belanja konsumen tetap stabil. Pasar tenaga kerja juga masih tangguh.
Kondisi tersebut meningkatkan optimisme terhadap kinerja perusahaan sekaligus mengurangi kekhawatiran perlambatan ekonomi.
Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menilai belum ada bukti kuat bahwa tingkat suku bunga saat ini cukup membatasi aktivitas ekonomi.
Menurutnya, bank sentral masih perlu mempertahankan bahkan menaikkan biaya pinjaman apabila diperlukan agar inflasi kembali menuju target 2 persen.
BACA JUGA:Dolar AS Diprediksi Tetap Mendominasi Pasar Valas Global pada Semester II 2026
Yen Jepang Masih Tertekan
Mata uang Jepang menjadi salah satu yang paling disorot.
JPY diperdagangkan di kisaran 162,60 per USD, mendekati level terendah dalam 40 tahun terakhir.
Pelaku pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi otoritas Jepang, seperti yang pernah dilakukan pada 2024 ketika yen mengalami pelemahan tajam.
Kurs Mata Uang Asing terhadap Rupiah
Berikut kurs bank hari ini:
Mata Uang Kurs Beli Kurs Jual
USD Rp17.890 Rp17.970
SGD Rp13.794 Rp13.898
EUR Rp20.379 Rp20.536
GBP Rp23.660 Rp23.839
JPY Rp109,73 Rp110,68
AUD Rp12.325 Rp12.427
CNY Rp2.624,27 Rp2.656,80
SAR Rp4.752,91 Rp4.790,05
CHF Rp22.075 Rp22.254
CAD Rp12.567 Rp12.661
BACA JUGA:Dolar AS Melemah Tipis, Harga Emas dan Minyak Kompak Naik! Begini Proyeksi Kurs Rupiah Hari Ini