Investasi Aman 2026: Aset Tahan Krisis yang Bisa Berlipat Ganda

Rabu 08 Jul 2026 - 19:08 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

Karena diawasi langsung oleh Kementerian Keuangan dan OJK, risiko gagal bayar hampir tidak ada, menjadikannya fondasi portofolio yang kokoh.

Saham dan Reksa Dana Sektor Defensif

Saham tidak selalu berisiko tinggi jika dipilih dari sektor yang tetap dibutuhkan masyarakat meski ekonomi sedang sulit.

Sektor kesehatan, kebutuhan pokok, utilitas, dan infrastruktur disebut sektor defensif karena permintaannya stabil.

BACA JUGA:Danantara Asset Management Akuisisi BNI AM, Perkuat Dominasi di Industri Investasi

Perusahaan besar seperti perbankan nasional, penyedia layanan telekomunikasi, dan emiten energi terbarukan menunjukkan kinerja yang tangguh dalam beberapa tahun terakhir.

IHSG diproyeksikan bergerak di kisaran 9.000–10.500 pada akhir 2026, didukung pertumbuhan laba perusahaan dan bertambahnya jumlah investor ritel.

Bagi yang tidak ingin memilih saham satu per satu, reksa dana saham atau campuran yang dikelola manajer investasi berlisensi OJK adalah alternatif praktis.

Aset disimpan di bank kustodian terpisah, sehingga tetap aman meski perusahaan pengelola mengalami kesulitan.

Dalam jangka waktu 5–10 tahun, portofolio yang dikelola dengan baik berpotensi tumbuh berkali lipat dibandingkan tabungan biasa.

Properti dan Aset Nyata

Tanah dan bangunan di lokasi strategis seperti pusat kota, kawasan industri, atau dekat akses transportasi utama juga termasuk aset tahan krisis.

Nilainya cenderung naik seiring berjalannya waktu dan bisa memberikan pendapatan pasif melalui sewa.

Meskipun butuh modal besar di awal, diversifikasi ke properti dapat mengurangi ketergantungan pada instrumen keuangan.

Pemerintah juga terus mendorong pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, yang berpotensi meningkatkan harga lahan di sekitarnya.

Obligasi Korporasi Berperingkat Tinggi

Selain SBN, obligasi korporasi yang memiliki peringkat layak investasi (investment grade) seperti AAA atau AA juga menawarkan keamanan cukup baik dengan imbal hasil lebih tinggi dari obligasi pemerintah.

Instrumen ini diterbitkan perusahaan besar yang memiliki kemampuan keuangan kuat dan arus kas stabil.

Dengan memilih emiten yang bergerak di sektor prioritas seperti energi bersih dan digitalisasi, investor sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kesimpulan

Kategori :