Investasi Aman 2026: Aset Tahan Krisis yang Bisa Berlipat Ganda

Rabu 08 Jul 2026 - 19:08 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

 

Investasi Aman 2026: Aset yang Tahan Krisis & Bisa Berlipat Ganda

BACAKORAN.CO, JAKARTA, Juli 2026 – Di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung, potensi perlambatan ekonomi dunia, serta fluktuasi harga komoditas, banyak masyarakat Indonesia kini mencari instrumen investasi yang tidak hanya aman saat krisis, tetapi juga berpeluang melipatgandakan nilainya dalam jangka menengah hingga panjang.

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik tahun ini tetap kokoh di kisaran 4,9%–5,7%, namun inflasi dijaga dalam target 2,5±1% dan suku bunga acuan berada di level 5,25%–5,5% untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

BACA JUGA:Cara Membangun Portofolio Investasi Reksa Dana untuk Pemula dari Nol Mulai Bulan Juli

Para ahli keuangan menekankan bahwa “aman” tidak berarti tanpa risiko sama sekali, melainkan memiliki kemungkinan kerugian sangat kecil dan nilai yang cenderung stabil atau naik meski pasar sedang terguncang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengingatkan masyarakat untuk memilih produk yang terdaftar dan diawasi lembaga resmi, guna menghindari penipuan atau skema ilegal. Berikut adalah aset yang paling direkomendasikan untuk tahun 2026.

BACA JUGA:5 Saham Blue Chip Terbaik Semester II 2026, Cocok untuk Investasi Jangka Panjang

Emas: Pilihan Paling Teruji Sejak Lama

Emas tetap menjadi aset pelindung nilai paling andal di dunia, termasuk di Indonesia. World Gold Council mencatat bahwa OJK baru saja memperluas aturan agar perusahaan asuransi dan institusi keuangan bisa mengalokasikan hingga 10% dana investasi ke emas, dan ETF emas fisik diperkirakan mulai beredar pertengahan 2026.

BACA JUGA:Harga Emas Turun, Saatnya Borong? Ini 5 Cara Cerdas Investasi Emas agar Untung Maksimal

Analis dari UBS dan JPMorgan memproyeksikan harga emas dunia bisa mencapai US$ 6.300 per ons pada akhir tahun ini, didukung permintaan tinggi bank sentral dan pasokan yang terbatas.

Di pasar domestik, emas batangan atau logam mulia juga lebih mudah dicairkan dan nilainya cenderung naik saat mata uang tertekan atau inflasi meningkat. Bagi investor ritel, emas bisa menjadi penyeimbang portofolio agar tidak tergerus gejolak pasar.

BACA JUGA:Investasi Gadget Pintar Ini Strategi Genius Berburu HP Bekas Berkualitas Biar Enggak Zonk dan Tertipu Oknum

Surat Berharga Negara (SBN) Ritel: Dijamin Pemerintah

Bagi yang mencari keamanan mutlak, SBN Ritel adalah salah satu pilihan terbaik karena dijamin penuh oleh negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Instrumen ini menawarkan imbal hasil yang menarik, sering kali lebih tinggi dari deposito berjangka sejenis, dan bisa dibeli mulai dari nominal Rp1 juta saja.

BACA JUGA:Investasi Emas vs Saham: Mana Lebih Untung untuk 5 Tahun ke Depan?

SBN juga memiliki opsi suku bunga tetap atau yang disesuaikan dengan inflasi, sehingga cocok untuk melindungi daya beli uang Anda.

Kategori :