BACAKORAN.CO - Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Indonesia, semakin banyak pemilik mobil listrik yang memilih melakukan pengisian daya atau charging di rumah. Cara ini memang praktis, hemat waktu, dan lebih efisien dibanding harus selalu mengisi daya di stasiun pengisian umum.
Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami bahwa keamanan saat charging tidak hanya bergantung pada mobil, tetapi juga pada kondisi instalasi listrik dan perangkat yang digunakan. Kesalahan kecil saat mengisi daya bisa meningkatkan risiko gangguan kelistrikan, bahkan dalam kondisi tertentu dapat memicu korsleting.
Agar proses charging tetap aman dan perangkat tetap awet, berikut enam hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat mengisi daya mobil listrik di rumah.
BACA JUGA:Jangan Sampai Salah Hitung! Begini Cara Menghitung Biaya Home Charging Mobil Listrik Bekas
- Jangan Menggunakan Stop Kontak atau Kabel Ekstensi Biasa
Kesalahan yang masih sering dilakukan adalah menggunakan stop kontak rumah tangga biasa atau kabel ekstensi yang tidak dirancang untuk beban listrik tinggi dalam waktu lama.
Charging mobil listrik membutuhkan suplai daya yang stabil dan berkelanjutan. Jika menggunakan kabel atau stop kontak yang tidak memiliki kapasitas sesuai, suhu dapat meningkat sehingga memperbesar risiko kerusakan pada instalasi listrik.
Sebaiknya gunakan jalur listrik khusus atau perangkat yang direkomendasikan oleh produsen kendaraan maupun penyedia charger.
BACA JUGA:Waspada Sebelum Deal! Begini Cara Memilih Mobil Listrik Bekas Berkualitas
- Hindari Stop Kontak yang Longgar atau Sudah Rusak
Sebelum mulai charging, pastikan kondisi stop kontak benar-benar layak digunakan.
Stop kontak yang longgar, retak, berubah warna, atau terasa panas saat digunakan merupakan tanda adanya masalah pada sambungan listrik. Kondisi tersebut dapat menyebabkan percikan listrik dan meningkatkan risiko korsleting.
Jika menemukan gejala tersebut, hentikan penggunaan dan lakukan penggantian sebelum kembali melakukan pengisian daya.
BACA JUGA:Mobil Listrik Bekas Makin Murah! Ini 6 Pilihan Paling Worth It di Paruh Kedua 2026
- Jangan Menggunakan Charger yang Rusak atau Tidak Sesuai Spesifikasi
Gunakan selalu charger resmi atau charger yang telah memenuhi spesifikasi kendaraan.
Charger dengan kabel terkelupas, konektor rusak, atau perangkat yang tidak memiliki sertifikasi keselamatan sebaiknya tidak digunakan karena dapat mengganggu proses pengisian sekaligus meningkatkan risiko kerusakan pada sistem kelistrikan.
Menggunakan perangkat yang sesuai juga membantu menjaga performa baterai mobil listrik dalam jangka panjang.
- Jangan Membiarkan Konektor Terkena Air atau Kotoran