BACAKORAN.CO – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy membuat pernyataan yang langsung menjadi perbincangan publik.
Dalam forum ekonomi, ia menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak untuk segera dijalankan dibandingkan penciptaan lapangan kerja baru.
Pernyataan ini memicu perdebatan luas tentang prioritas kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Prasasti Economic Forum 2026.
"Memberi “kail” (lapangan kerja) tidak akan berguna jika masyarakat sudah “keburu mati” kelaparan," katanya.
Sebagaimana dikutip dari akun X @ardisatriawan pada tanggal 28 Juli 2026, video pidato Rachmat Pambudy dengan cepat menyebar dan menuai ribuan interaksi.
“MBG penting, lapangan kerja penting. TETAPI MBG LEBIH MENDESAK," ungkap Rachmat.
Ia menambahkan pengalaman mendampingi Presiden Prabowo meresmikan sekolah di pelosok, di mana anak-anak SMP dan SMA masih banyak yang tidak bisa baca tulis akibat kekurangan gizi.
BACA JUGA:Sudaryono Tegaskan Dapur Makan Bergizi Gratis Tak Boleh Pakai Barang Subsidi, Ini Alasannya
Konteks Program MBG di Pemerintahan Prabowo
Program Makan Bergizi Gratis merupakan janji kampanye utama Presiden Prabowo. Diluncurkan sejak awal 2025, program ini menargetkan puluhan juta penerima manfaat, mulai dari balita, ibu hamil, hingga siswa sekolah.
MBG diposisikan sebagai investasi jangka panjang pada Sumber Daya Manusia (SDM).
Manfaat yang Diharapkan:
Mengurangi angka stunting nasional.