Rupiah Tertekan! Neraca Dagang Defisit, Yen Bikin Pasar Geger

Selasa 04 Aug 2026 - 10:45 WIB
Reporter : djarwo
Editor : djarwo

JAKARTA, BACAKORAN.CORupiah berpotensi mendapat tekanan setelah neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit USD450 juta pada Juni, sementara penguatan Yen Jepang dan gejolak geopolitik Timur Tengah turut menjadi perhatian pasar global. Di tengah kondisi tersebut, nilai tukar USD berada di kisaran Rp17.950 untuk kurs beli dan Rp18.020 untuk kurs jual berdasarkan data yang diberikan.

Pasar valuta asing bergerak dinamis setelah Jepang dan Amerika Serikat memberikan peringatan kepada investor terkait pergerakan Yen Jepang.

Di saat yang sama, perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi perhatian pasar.

BACA JUGA:Kurs Dolar Hari Ini: Rupiah Menguat ke Rp18.060 usai The Fed Tahan Suku Bunga

Mengapa Rupiah Berpotensi Tertekan?

Salah satu faktor yang menjadi perhatian adalah kondisi neraca perdagangan Indonesia.

Data yang diberikan menunjukkan Indonesia mencatat defisit perdagangan sebesar USD450 juta pada Juni.

Kondisi tersebut terjadi ketika pertumbuhan impor lebih tinggi dibandingkan ekspor.

Indikator                 Pertumbuhan Tahunan

Ekspor                 8,8%

Impor                 34,3%

Neraca perdagangan Defisit USD450 juta

Impor yang tumbuh 34,3% jauh lebih cepat dibandingkan ekspor yang meningkat 8,8%.

BACA JUGA:Kurs Dolar Hari Ini: USD Melemah Usai The Fed Tahan Suku Bunga, Rupiah Masih di Atas Rp18.000

Jika kondisi defisit berlangsung berkelanjutan, tekanan terhadap neraca berjalan dapat meningkat.

Hal tersebut berpotensi menjadi sentimen negatif bagi Rupiah, terutama jika kebutuhan valuta asing untuk impor meningkat.

Kategori :