BACAKORAN.CO - Baterai merupakan salah satu komponen paling vital pada smartphone. Berdasarkan studi Battery University, mayoritas perangkat modern kini menggunakan baterai berbasis Lithium-Ion (Li-ion) dan Lithium-Polymer (Li-Po) yang memiliki siklus pakai berkisar antara 300 hingga 500 kali charge penuh sebelum kapasitasnya menurun secara alami.
Seiring meningkatnya aktivitas digital harian mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan penggunaan ponsel pun menjadi semakin intens.
Sayangnya, masih banyak pengguna yang belum menyadari bahwa kebiasaan salah saat mengisi daya (charging) justru dapat mempercepat proses degradasi sel baterai tersebut.
BACA JUGA:Baterai HP Cepat Drop? Ini 7 Kebiasaan Sepele yang Harus Hentikan Agar Baterai Awet Bertahun-Tahun
Semakin sering baterai mengalami tekanan termal dan tegangan berlebih akibat kebiasaan yang kurang tepat, maka kapasitas tampungnya akan cepat merosot.
Akibatnya, baterai menjadi cepat boros, mudah panas (overheat), hingga memerlukan penggantian komponen lebih awal.
Untuk menjaga kesehatan baterai (battery health) agar tetap optimal dan tahan lama, berikut tujuh kebiasaan saat mengisi daya yang sebaiknya Anda hindari:
BACA JUGA:Baterai HP Cepat Drop? Ini 6 Kebiasaan Sepele yang Bikin Baterai Awet Bertahun-tahun
1. Membiarkan Baterai Habis Hingga 0 Persen
Banyak orang baru mencolokkan charger ketika ponsel benar-benar mati total. Padahal, menguras daya hingga titik nol memberikan tekanan (stress voltage) yang sangat tinggi pada sel baterai kimia.
Idealnya, mulailah mengisi daya saat indikator baterai berada di kisaran 20 hingga 30 persen.
2. Sering Mengisi Daya Hingga 100 Persen
Mengisi daya hingga penuh memang tidak langsung merusak ponsel, tetapi membiarkan baterai terus berada dalam kondisi tegangan maksimal (100%) dalam waktu lama dapat memperpendek umur pakainya.
Produsen teknologi menyarankan untuk menjaga persentase daya di batas aman 20 hingga 80 persen untuk penggunaan harian.
3. Menggunakan Smartphone Saat Sedang Diisi Daya
Bermain gim, menonton streaming video, atau menjalankan aplikasi berat ketika ponsel dalam proses charging akan memicu peningkatan suhu ganda (parasitic load).
Panas berlebih merupakan faktor utama yang mempercepat kerusakan permanen pada struktur baterai.