BACAKORAN.CO - Bawang putih bukan hanya membuat masakan lebih harum dan gurih. Di balik ukurannya yang kecil, bahan dapur ini mengandung sejumlah vitamin, mineral, serat, serta senyawa sulfur yang membuatnya menarik untuk menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Lantas, bawang putih mengandung apa saja? Selain karbohidrat dan sedikit protein, bawang putih menyediakan vitamin C, vitamin B6, mangan, selenium, serta senyawa sulfur seperti allicin yang terbentuk ketika bawang putih dipotong atau dihancurkan.
1. Karbohidrat
Bawang putih mengandung karbohidrat, meskipun jumlahnya tentu jauh lebih kecil dibandingkan makanan pokok seperti nasi, kentang, atau roti.
Karena penggunaannya biasanya hanya beberapa siung sebagai bumbu, bawang putih tidak dapat dianggap sebagai sumber energi utama.
Namun, kandungan karbohidrat tersebut tetap menjadi bagian dari komposisi nutrisi bawang putih.
2. Serat Pangan
Bawang putih juga mengandung serat pangan.
Serat merupakan bagian dari makanan nabati yang penting dalam pola makan sehari-hari. Karena bawang putih umumnya dikonsumsi dalam jumlah kecil, kontribusinya terhadap kebutuhan serat harian juga relatif terbatas.
Artinya, jangan menjadikan bawang putih sebagai satu-satunya sumber serat.
Sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan serat secara lebih optimal.
BACA JUGA:Bawang Putih Mentah vs Matang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan? Ini Faktanya
3. Vitamin C
Bawang putih mengandung vitamin C dalam jumlah tertentu.
Vitamin ini dikenal sebagai salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh dan berperan dalam berbagai fungsi biologis.
Namun, karena bawang putih digunakan sebagai bumbu dalam jumlah relatif sedikit, kontribusi vitamin C dari bawang putih juga tidak sebesar makanan yang memang dikonsumsi sebagai sumber vitamin C, seperti jambu biji, jeruk, paprika, atau beberapa jenis sayuran.
4. Vitamin B6
Selain vitamin C, bawang putih juga menyediakan vitamin B6.
Vitamin B6 terlibat dalam berbagai proses metabolisme tubuh.