BACA JUGA:Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026, Herdman: Pemain Sudah Berjuang Maksimal
Sebagaimana dikutip dari akun X @whenyahholic pada tanggal 10 Agustus 2026, unggahan tersebut cepat tersebar dan memicu ratusan komentar serta repost.
Hingga saat artikel ini disusun, belum ada klarifikasi resmi dari pihak penyelenggara The Sounds Project maupun brand Newport terkait challenge tersebut.
Mengapa Challenge Ini Memicu Kecaman?
Dalam ajaran Islam, minuman beralkohol (khamr) diharamkan secara tegas. Al-Qur’an dalam Surah Al-Maidah ayat 90–91 menyebut khamr sebagai perbuatan setan yang harus dijauhi.
Hadis Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan laknat bagi mereka yang terlibat dalam proses pembuatan, penjualan, hingga konsumsi minuman keras.
Menggunakan hafalan Al-Qur’an kitab suci yang dihormati umat Muslim sebagai syarat untuk mendapatkan produk yang haram dianggap sebagai bentuk kurangnya adab (etika) terhadap ayat Allah.
BACA JUGA:Video Viral Perwira Polisi Pukul Driver di Sumbar, Kapolda Perintahkan Propam Usut Tuntas
Surah Ad-Duha sendiri memiliki makna mendalam.
Surah ini diturunkan sebagai hiburan bagi Rasulullah SAW saat wahyu sempat terhenti, berisi pesan bahwa Allah tidak meninggalkan dan tidak membenci hamba-Nya, serta mengingatkan untuk menyayangi anak yatim dan orang yang meminta-minta.
Menjadikannya bagian dari permainan marketing dinilai mencampuradukkan yang suci dengan yang haram.
Banyak pihak mengingatkan kasus serupa di masa lalu, seperti kontroversi challenge nama-nama suci di tempat hiburan yang pernah memicu protes besar.
“Ini bukan sekadar marketing gagal. Ini penghinaan banget buat kesakralan agama,” tulis salah satu pengguna X @txtpersahaman.
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem Mengintai Indonesia, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor
Reaksi Netizen dan Publik
Respons di media sosial mayoritas mengekspresikan kekecewaan dan kemarahan.
“Manusia skrng knp sihhhhhh, udh gila,” tulis @lacleyze menanggapi unggahan awal.
Beberapa netizen menekankan bahwa kreativitas marketing seharusnya tetap menghormati nilai-nilai masyarakat.