Waktu ideal penggantian oli gardan biasanya setiap 4.000 kilometer atau dua kali jadwal penggantian oli mesin.
Jika dibiarkan terlalu lama, suara kasar dari area belakang motor mulai muncul dan performa menurun secara perlahan.
3.CVT Wajib Dibersihkan Secara Berkala
CVT merupakan “jantung” utama motor matic. Sistem ini bekerja mengatur perpindahan tenaga mesin secara otomatis sehingga tarikan terasa halus.
Debu yang menumpuk pada ruang CVT dapat menyebabkan gejala gredek, akselerasi tidak stabil, bahkan suara kasar saat motor berjalan.
Karena itu, cara merawat CVT motor matic sebaiknya dilakukan setiap 6.000 kilometer melalui servis berkala.
Pembersihan rutin akan membuat akselerasi tetap nyaman sekaligus memperpanjang umur komponen transmisi.
BACA JUGA:Pertamax Turbo vs Pertamax, Mana yang Paling Pas untuk Motor Matic Saat Harga BBM Turun?
4.Cek Vanbelt dan Roller Sebelum Putus di Jalan
Vanbelt dan roller termasuk komponen fast-moving yang memiliki masa pakai terbatas.
Vanbelt berfungsi meneruskan putaran mesin ke roda belakang.
Jika komponen ini aus atau putus mendadak, motor tidak bisa bergerak sama sekali.
Umumnya vanbelt perlu diganti pada jarak tempuh 20.000 sampai 24.000 kilometer.
Sementara roller yang aus biasanya membuat akselerasi terasa berat dan muncul getaran tidak normal.
Memeriksa dua komponen ini menjadi bagian penting dalam cara merawat motor matic agar awet dan tahan lama.
5.Gunakan Bahan Bakar Sesuai Rekomendasi Mesin
Masih banyak pengendara memilih bahan bakar hanya berdasarkan harga termurah.
Padahal penggunaan BBM dengan oktan yang tidak sesuai spesifikasi kompresi mesin dapat memicu knocking atau ngelitik yang berdampak pada ruang bakar.
Pabrikan biasanya sudah memberikan rekomendasi bahan bakar ideal berdasarkan rasio kompresi mesin.