Ketika produksi turun, harga komoditas biasanya ikut terdorong naik.
Ketiga, permintaan.
Lonjakan permintaan dapat memberikan tekanan terhadap harga.
Keempat, kondisi cuaca.
Komoditas hortikultura sangat dipengaruhi kondisi produksi dan distribusi.
Kelima, waktu pengambilan data.
Harga yang tercatat pagi hari belum tentu sama dengan harga pada sore atau hari berikutnya.
Karena itu, perbedaan antara harga Rp61.350 dan Rp72.400 per kilogram untuk komoditas yang sama bukan sesuatu yang otomatis menunjukkan kesalahan data.
BACA JUGA:Jangan Nyesel! Ini Jadwal dan Cara Dapat Bansos Beras dan Sembako Rp200 Ribu Bulan Juni-Juli 2025
Cara Memantau Harga Sembako agar Tidak Salah Membeli
Masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menghemat pengeluaran.
Bandingkan harga di beberapa pasar.
Cek harga sebelum berbelanja.
Jangan membeli terlalu banyak komoditas yang mudah rusak.
Prioritaskan kebutuhan utama.
Manfaatkan ketika harga komoditas sedang turun.
Pantau data pangan resmi secara berkala.