Produk Lokal Makin Digemari di E-Commerce, UMKM Indonesia Punya Peluang Besar Naik Kelas

Kamis 13 Aug 2026 - 03:00 WIB
Reporter : isya
Editor : djarwo

BACAKORAN.CO - Produk lokal semakin mendapat tempat di tengah pertumbuhan perdagangan digital Indonesia. Perkembangan e-commerce membuat UMKM memiliki akses pasar yang jauh lebih luas, sekaligus membuka peluang bagi brand dalam negeri untuk bersaing dengan produk impor.

Tren tersebut semakin terlihat dari tingginya kontribusi produk lokal dalam berbagai program belanja nasional. Pada Harbolnas 2025, misalnya, total transaksi mencapai Rp36,4 triliun, melampaui target Rp34 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp16,6 triliun berasal dari penjualan produk lokal.

Data tersebut menunjukkan bahwa produk buatan Indonesia bukan sekadar pelengkap di platform digital. Konsumen mulai memberikan ruang lebih besar bagi produk UMKM dan brand domestik.

BACA JUGA:Syarat & Bunga KUR BRI 2026: Pinjaman UMKM Mulai 3% Per Tahun

Produk Lokal Semakin Punya Tempat di E-Commerce

Perubahan perilaku konsumen menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan produk lokal.

Pembeli kini tidak hanya mempertimbangkan harga. Kualitas, desain, keunikan produk, reputasi penjual, hingga ulasan pelanggan ikut memengaruhi keputusan belanja.

Kondisi ini memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk membangun merek sendiri. Produk lokal dapat menjangkau konsumen dari berbagai daerah tanpa harus membuka toko fisik.

Pemerintah juga terus mendorong agar transformasi digital UMKM tidak berhenti pada sekadar masuk marketplace.

Kementerian Komunikasi dan Digital pada April 2026 menyebut akses internet bukan lagi tantangan utama bagi UMKM. Fokus berikutnya adalah menciptakan ekosistem pasar digital yang lebih adil agar UMKM dapat tumbuh, produktif, dan kompetitif.

Harbolnas Jadi Bukti Kuatnya Produk Dalam Negeri

Perkembangan produk lokal juga dapat dilihat dari tren Harbolnas dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Harbolnas 2024, total transaksi tercatat Rp31,2 triliun. Produk lokal menyumbang sekitar 52 persen transaksi atau Rp16,1 triliun.

Setahun kemudian, transaksi Harbolnas 2025 meningkat menjadi Rp36,4 triliun. Produk lokal menyumbang Rp16,6 triliun.

Artinya, permintaan terhadap produk buatan dalam negeri tetap menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi digital.

Meski demikian, angka tersebut tidak bisa langsung disimpulkan sebagai bukti bahwa seluruh e-commerce Indonesia mengalami rekor penjualan produk lokal pada semester pertama 2026.

Data penjualan marketplace bersifat terfragmentasi. Karena itu, klaim pertumbuhan nasional perlu menggunakan data agregat yang benar-benar dapat diverifikasi.

Kategori :