BSI Sediakan KUR 2026 untuk UMKM, Modal Usaha Syariah Makin Terbuka!
BSI Sediakan KUR 2026 untuk UMKM, Modal Usaha Syariah Makin Terbuka!.gbr--gemini--
BACAKORAN.CO - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali mendapatkan peluang untuk memperkuat permodalan pada 2026. Bank Syariah Indonesia (BSI) terus menyalurkan KUR Syariah sebagai salah satu instrumen pembiayaan yang ditujukan untuk mendukung perkembangan usaha masyarakat.
Program ini menjadi perhatian karena kebutuhan modal masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pelaku UMKM ketika ingin meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar maupun mengembangkan bisnis.
BACA JUGA:NutriSari Apresiasi 23 Mitra UMKM dari Berbagai Daerah, Operator Terpilih Berangkat Umroh
BSI Salurkan KUR Syariah untuk UMKM
Memasuki 2026, penyaluran KUR Syariah BSI menunjukkan perkembangan yang cukup besar. Berdasarkan keterangan resmi BSI, hingga Februari 2026 pembiayaan KUR Syariah telah mencapai Rp1,65 triliun dan menjangkau lebih dari 11 ribu pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.
Nilai tersebut setara dengan 11,1 persen dari total kuota KUR Syariah BSI pada 2026. Penyaluran juga diarahkan kepada sektor-sektor produktif yang memiliki peran dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Tak berhenti di angka tersebut, hingga April 2026 BSI melaporkan penyaluran KUR mencapai Rp3,78 triliun kepada 25.785 nasabah. Angka ini menunjukkan bahwa pembiayaan untuk sektor UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam strategi BSI sepanjang tahun.
BACA JUGA:Jangan Hanya Koruptor: DPR Perluas RUU Perampasan Aset ke 13 Jenis Kejahatan, UMKM Wajib Waspada
Sektor Usaha Produktif Jadi Perhatian
KUR Syariah BSI tidak hanya ditujukan untuk satu jenis usaha. Berdasarkan informasi BSI, penyaluran pembiayaan diarahkan antara lain kepada sektor makanan dan minuman halal, jasa, serta perdagangan.
Pada periode hingga Februari 2026, sekitar 65 persen pembiayaan KUR Syariah dialokasikan ke sektor produksi, sedangkan 35 persen lainnya untuk sektor nonproduksi. Komposisi tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap kegiatan usaha yang dapat menghasilkan barang maupun jasa secara produktif.
Bagi pelaku UMKM, akses pembiayaan seperti ini dapat digunakan sesuai kebutuhan usaha selama memenuhi ketentuan program dan penilaian pembiayaan yang berlaku.
BACA JUGA:Festival Kuliner Kebumen 2026 Catat Omzet Rp1 Miliar, 54 Tenant UMKM Ramaikan Alun-Alun
Bukan Sekadar Memberikan Modal
Menariknya, dukungan BSI terhadap UMKM tidak hanya dilakukan melalui pembiayaan. Bank ini juga mengembangkan ekosistem pendampingan agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas.
BSI menyebut sejumlah program pendukung seperti BSI UMKM Center, pelatihan, business matching, pendampingan sertifikasi halal, hingga berbagai kegiatan pameran untuk membantu UMKM memperluas pasar.
Pada September 2026, BSI menyampaikan bahwa puluhan ribu UMKM telah naik ke segmen usaha yang lebih tinggi. Di antaranya sekitar 17 ribu UMKM KUR Mikro naik ke segmen KUR Kecil dan komersial, sementara sekitar 4 ribu UMKM KUR Kecil telah masuk ke segmen komersial.