BACAKORAN.CO - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan program listrik desa di sekitar 1.400 lokasi sebelum 14 Agustus 2026. Program tersebut merupakan proyek yang telah selesai dikerjakan pada 2025 untuk memperluas akses listrik ke wilayah yang sebelumnya belum teraliri listrik.
Apa Itu Program Listrik 1.400 Desa?
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses listrik ke desa-desa yang belum mendapatkan layanan kelistrikan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan rencana tersebut setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan pada 28 Juli 2026.
Bahlil menjelaskan, sekitar 1.400 desa lebih yang menjadi bagian program 2025 telah selesai dikerjakan dan siap diresmikan. Jadi, angka tersebut bukan target pembangunan baru untuk diselesaikan sebelum 14 Agustus, melainkan proyek yang pengerjaannya sudah rampung.
BACA JUGA:Harga Motor Listrik SMOOT Terbaru 2026: Zuzu dan DeSultan, Cek Spesifikasi hingga Harganya
Apakah 1.400 Desa Sudah Mendapat Listrik?
Ya. Pemerintah menyebut proyek untuk sekitar 1.400 desa tersebut telah selesai dibangun dan siap digunakan. Peresmian oleh Presiden menjadi bagian dari penegasan capaian program elektrifikasi yang telah dikerjakan pada 2025.
Mengapa Pemerintah Mempercepat Listrik Desa?
Akses listrik menjadi salah satu kebutuhan dasar yang berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat. Ketersediaan listrik dapat mendukung penerangan, pendidikan, layanan publik, komunikasi, serta kegiatan ekonomi di daerah yang sebelumnya belum terjangkau.
Pemerintah masih menghadapi tantangan besar karena menurut keterangan Menteri ESDM, terdapat sekitar 11 ribu desa yang sebelumnya belum menikmati akses listrik. Karena itu, program 1.400 desa menjadi salah satu tahapan untuk memperluas elektrifikasi secara bertahap.
BACA JUGA:Mobil Listrik Offroad Lebih Ganas? Ini Alasan Akselerasi dan Daya Tanjaknya Sulit Ditandingi
Apa Dampaknya bagi Masyarakat Desa?
Masuknya listrik dapat memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Beberapa dampak yang diharapkan antara lain:
Aktivitas rumah tangga menjadi lebih mudah.
Anak-anak dapat belajar dengan penerangan yang memadai.
Pelaku usaha desa memiliki akses energi untuk kegiatan produktif.
Fasilitas pelayanan masyarakat dapat beroperasi lebih baik.
Akses terhadap teknologi dan komunikasi semakin terbuka.
Namun, manfaat tersebut juga bergantung pada keberlanjutan pasokan dan kemampuan masyarakat memanfaatkan listrik untuk kegiatan produktif.