BACAKORAN.CO – Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat terjadi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang masuk. Kondisi ini bisa muncul setelah banyak berkeringat, beraktivitas fisik, berada di cuaca panas, atau sekadar kurang minum sepanjang hari.
Tubuh sebenarnya memiliki sejumlah sinyal untuk menunjukkan bahwa asupan cairan perlu ditambah. Salah satu yang paling mudah diperhatikan adalah perubahan warna urine.
Urine yang semakin pekat dan berwarna gelap dapat menjadi tanda kurangnya asupan cairan. Namun, warna urine juga bisa dipengaruhi makanan, obat-obatan, hingga kondisi kesehatan tertentu.
BACA JUGA:5 Langkah Menjaga Kesehatan Jantung Sejak Usia Muda: Bugar, Kuat, dan Bebas Stres Masa Depan
7 Tanda Tubuh Kekurangan Cairan
Berikut sejumlah tanda yang patut diperhatikan ketika tubuh kemungkinan tidak mendapatkan cukup cairan.
1. Sering Merasa Haus
Rasa haus merupakan salah satu sinyal alami tubuh untuk meningkatkan asupan cairan.
Ketika mulai merasa haus, tubuh sudah memberikan tanda bahwa kebutuhan cairan perlu diperhatikan.
Karena itu, jangan membiasakan diri mengabaikan rasa haus, terutama saat cuaca panas atau setelah berolahraga.
2. Mulut dan Bibir Terasa Kering
Kurangnya cairan dapat membuat produksi air liur berkurang.
Akibatnya, mulut dan bibir bisa terasa lebih kering dari biasanya.
Kondisi ini sering menjadi salah satu tanda awal yang mudah dirasakan dalam aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Sering Duduk Terlalu Lama Bisa Mengganggu Kesehatan, Ini Cara Menguranginya
3. Warna Urine Lebih Gelap
Perubahan warna urine merupakan salah satu indikator yang cukup mudah diamati.
Urine yang lebih pekat atau berwarna kuning tua dapat menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.
Namun, indikator ini tidak berdiri sendiri. Beberapa makanan, vitamin, obat, dan kondisi medis juga dapat mengubah warna urine.