Kapasitas merupakan faktor yang paling mudah dipahami, tetapi sering kali pengguna memilih terlalu kecil demi menghemat biaya.
Saat ini, kapasitas SSD yang umum ditemukan antara lain 500GB atau 512GB, 1TB, dan 2TB atau lebih.
SSD 500GB–512GB cocok untuk mahasiswa, pekerja kantoran, dan pengguna yang menggunakan laptop untuk browsing, Office, aplikasi kuliah, serta menyimpan file dalam jumlah sedang.
SSD 1TB menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi pengguna yang menyimpan banyak foto, video, game, aplikasi, atau dokumen berukuran besar.
Sementara itu, SSD 2TB atau lebih lebih cocok untuk content creator, editor video, fotografer, gamer dengan banyak koleksi game, serta pengguna profesional yang membutuhkan ruang penyimpanan besar.
Perlu diingat, kapasitas yang tersedia setelah SSD dipasang akan sedikit lebih kecil daripada angka yang tertulis di kemasan karena sebagian ruang digunakan oleh sistem dan kebutuhan format penyimpanan.
BACA JUGA:Laptop Second 2026: 10 Cara Cek Kondisi Sebelum Beli Online, Jangan Tergiur Harga Murah
4. Jangan Hanya Melihat Kecepatan Baca dan Tulis
Salah satu kesalahan paling umum ketika memilih SSD adalah hanya membandingkan angka read dan write speed.
Misalnya, SSD A memiliki kecepatan baca hingga 7.000 MB/s, sedangkan SSD B hanya 5.000 MB/s.
Angka tersebut memang penting, tetapi bukan satu-satunya indikator kualitas SSD.
Perhatikan juga performa random read/write, jenis NAND, controller, cache, serta performa ketika melakukan transfer file dalam jumlah besar.
Untuk penggunaan laptop sehari-hari, perbedaan angka kecepatan tinggi belum tentu terasa signifikan saat membuka browser atau aplikasi Office.
Namun, perbedaannya dapat lebih terasa ketika pengguna melakukan aktivitas seperti:
- Memindahkan file berukuran besar.
- Mengedit video.
- Rendering.
- Mengolah database.
- Menginstal game berukuran besar.
- Menjalankan aplikasi profesional.
Jangan membeli SSD hanya karena memiliki angka MB/s paling tinggi.
Pilih produk dengan performa yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan laptop.