BACAKORAN.CO – MANGGARAI BARAT – Solidaritas untuk masyarakat terdampak gempa NTT diwujudkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui pengiriman Tim Solidaritas Kerja Sama Regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN).
Tim tersebut bergerak dari Mataram membawa tenaga medis, peralatan kesehatan, logistik, perlengkapan dapur umum, serta berbagai kebutuhan untuk mendukung penanganan warga terdampak gempa M7,7.
Misi kemanusiaan ini tidak sekadar mengirim bantuan. Tim NTB juga hadir untuk bekerja bersama pemerintah daerah dan tim tanggap darurat di NTT.
BACA JUGA:Gempa M7,7 Guncang Flores, Semeru Kembali Erupsi: Indonesia Hadapi Ancaman Bencana Beruntun
Tim NTB Bergerak dari Mataram Menuju NTT
Tim Solidaritas KR-BNN NTB dilepas langsung oleh Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama Wakil Gubernur Indah Dhamayanti Putri pada 16 Agustus 2026.
Dari Mataram, rombongan bergerak menuju Sape, Bima melalui jalur darat.
Perjalanan kemudian berlanjut melalui jalur laut menuju Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Karena keterbatasan kapasitas kapal, proses penyeberangan dilakukan dalam dua tahap.
Rombongan pertama berangkat sekitar pukul 21.00 WITA. Rombongan kedua menyusul sekitar pukul 23.00 WITA.
Kendaraan, tenaga medis, peralatan kesehatan, logistik, serta perlengkapan lainnya ikut diseberangkan menuju Pulau Flores.
BACA JUGA:Netizen Murka! Beda Respons Jepang dan Indonesia Saat Gempa, PM Langsung di TV vs Posting IG Seskab
Tiba di Labuan Bajo, Tim Langsung Koordinasi
Setelah menempuh perjalanan panjang, tim tiba di Labuan Bajo pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Rombongan kemudian berkumpul di Markas Polres Manggarai Barat untuk memeriksa kembali kesiapan personel dan perlengkapan.
Tim selanjutnya berkoordinasi dengan Wakil Bupati Manggarai Barat, Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat, serta Kabid PK BPBD NTT.
Koordinasi dilakukan agar seluruh bantuan dari NTB dapat mengikuti sistem penanganan darurat yang telah dibangun Pemerintah Provinsi NTT.