Viral Video Detik-Detik Gempa Guncang Pelabuhan Maumere, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Gempa M7,7 guncang Flores NTT, ruang tunggu Pelabuhan Maumere roboh, 2 tewas--Twitter
BACAKORAN.CO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, sekitar pukul 05.58 WITA dan menyebabkan ruang tunggu lantai dua Pelabuhan Lorens Say, Maumere, Kabupaten Sikka, ambruk saat ratusan calon penumpang tengah menanti kedatangan kapal Pelni.
Insiden ini menewaskan dua orang, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka dan sempat terjatuh ke laut akibat robohnya jembatan penghubung menuju kapal.
Detik-Detik Kepanikan di Pelabuhan
Rekaman amatir yang menangkap momen kejadian ini beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @ketutasta27 dengan keterangan situasi mencekam di area pelabuhan saat gempa terjadi.
BACA JUGA:Green SM Luncurkan Program Is Listening: Ini Cara Penumpang Bisa Raih Reward Rp5 Juta
Dalam video tersebut tampak penumpang berhamburan menyelamatkan diri ketika guncangan mulai dirasakan, sementara jembatan penghubung dari dermaga ke kapal ambruk dan membuat sejumlah orang terjatuh ke laut.
Kepanikan kian menjadi ketika bangunan ruang tunggu pelabuhan ikut runtuh, bahkan sebagian penumpang sempat berlindung ke area bangunan yang justru dalam kondisi rawan ambruk.
Dua Korban Meninggal Dunia
Berdasarkan keterangan resmi, dua warga dipastikan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan pelabuhan.
Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, membenarkan kedua korban berada di area pelabuhan saat gempa terjadi.
Korban diketahui bernama Bernadus Muda, warga Adonara asal Lewo Pao, Flores Timur, dan Maria Diana Meliana, warga Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka.
BACA JUGA:Tulang Tengkorak Kepala Manusia Dalam Karung Gegerkan Warga Bayung Lencir, Diduga Korban Pembunuhan
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan proses evakuasi kedua korban berlangsung terpisah.
"Satu meninggal di rumah sakit, satu lagi ditemukan di reruntuhan," kata Fathur.
Ia menambahkan bencana ini terjadi bertepatan dengan jadwal sandar kapal Pelni sehingga ruang tunggu dipadati calon penumpang.
"Saat gempa, kebetulan ada jadwal kapal Pelni yang mau sandar," ujarnya.