Harga crude oil berada di level US$85,32 per barel.
Sementara itu, harga emas berada di sekitar US$4.333,76.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian karena ketegangan terkait Selat Hormuz berpotensi memengaruhi ekspektasi pasokan energi global.
Di sisi lain, emas tetap menjadi aset yang banyak diperhatikan investor ketika ketidakpastian geopolitik meningkat.
USD Masih Jadi Safe Haven
Pergerakan pasar saat ini menunjukkan kuatnya pengaruh faktor geopolitik terhadap valuta asing.
Ketidakpastian di Timur Tengah, kenaikan harga minyak, dan pelemahan pasar saham mendorong sebagian investor mencari aset yang dianggap lebih aman.
USD kemudian mendapatkan dukungan dari kondisi tersebut.
Namun, arah pasar masih sangat bergantung pada perkembangan hubungan AS-Iran, kebijakan bank sentral utama, serta data ekonomi Amerika Serikat berikutnya.
Kesimpulan
USD relatif menguat, sementara yen Jepang bergerak mendekati 160 per USD dan kembali memunculkan risiko intervensi otoritas Jepang.
GBP juga melemah setelah data menunjukkan pasar tenaga kerja Inggris mulai melunak.
Di Indonesia, USD berada di kisaran Rp17.820–Rp17.890, sedangkan harga minyak dunia tercatat US$85,32 dan emas US$4.333,76.