BACAKORAN.CO - Motor listrik subsidi dinilai lebih hemat untuk penggunaan harian karena biaya energi dan perawatannya lebih rendah dibandingkan motor matic bensin.
Dengan jarak tempuh sekitar 1.000 kilometer per bulan, biaya energi motor listrik diperkirakan hanya Rp40.000–Rp50.000, sedangkan motor bensin dapat mencapai Rp180.000–Rp240.000.
Perbandingan biaya tersebut menjadi salah satu pertimbangan konsumen yang ingin beralih dari kendaraan berbahan bakar minyak ke kendaraan listrik.
Selain harga pembelian yang lebih terjangkau berkat program subsidi, biaya operasional juga menjadi faktor penting dalam menentukan pengeluaran jangka panjang.
BACA JUGA:Mobil Listrik Offroad Lebih Ganas? Ini Alasan Akselerasi dan Daya Tanjaknya Sulit Ditandingi
Biaya Energi Motor Listrik Lebih Rendah
Motor listrik menggunakan energi listrik yang disimpan di dalam baterai.
Untuk pengisian daya di rumah, biaya energi diperkirakan sekitar Rp40–Rp60 per kilometer, tergantung konsumsi listrik dan karakteristik masing-masing model.
Jika digunakan sejauh 1.000 kilometer dalam sebulan, kebutuhan energi motor listrik berada di kisaran Rp40.000–Rp50.000.
Nilai tersebut bisa berbeda sesuai kapasitas baterai, efisiensi kendaraan, tarif listrik, serta pola berkendara.
Sementara itu, motor matic bensin membutuhkan bahan bakar secara rutin.
BACA JUGA:Tips Memilih Mobil Listrik (EV) Bekas yang Punya Resale Value Tinggi
Dengan asumsi biaya bahan bakar sekitar Rp180–Rp240 per kilometer, penggunaan sejauh 1.000 kilometer dapat menghabiskan sekitar Rp180.000–Rp240.000 per bulan.
Artinya, terdapat potensi selisih biaya energi sekitar Rp130.000–Rp200.000 setiap bulan.
Jika penggunaan kendaraan berlangsung rutin sepanjang tahun, selisih tersebut dapat menjadi penghematan yang cukup besar.
Perawatan Motor Listrik Lebih Sederhana
Keunggulan lain motor listrik terletak pada kebutuhan perawatan yang relatif sederhana.