Pusat Data AI Eropa Bergeser ke Pinggiran Kota: 2026 Listrik Jadi Penentu Lokasi

Jumat 21 Aug 2026 - 14:00 WIB
Reporter : isya
Editor : djarwo

Pertumbuhan AI menjadi salah satu alasan utama perubahan tersebut.

Data centre Eropa diperkirakan mendapat tambahan kapasitas lebih dari 750 MW sepanjang 2026, menurut proyeksi CBRE.

Namun, peningkatan pasokan tersebut tetap menghadapi keterbatasan jaringan listrik dan tingginya permintaan dari hyperscaler serta beban kerja berbasis AI.

CBRE juga memperkirakan sebagian besar proyek pusat data baru akan berada di luar 15 pasar metropolitan terbesar Eropa.

Salah satu alasannya adalah kapasitas listrik yang tersedia lebih mudah ditemukan di luar batas kota.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masa depan pembangunan pusat data tidak hanya ditentukan oleh kebutuhan internet, tetapi juga oleh geografi energi.

Ada Manfaat Ekonomi, tetapi Juga Risiko Lingkungan

Pembangunan pusat data di wilayah nonperkotaan berpotensi membawa manfaat ekonomi.

Daerah yang sebelumnya kurang mendapat investasi teknologi dapat memperoleh pembangunan infrastruktur, lapangan kerja, serta aktivitas ekonomi baru.

Pemerintah daerah juga berpeluang mendapatkan penerimaan dari aktivitas bisnis yang muncul di sekitar proyek.

Namun, ekspansi pusat data AI tidak bebas dari risiko.

Pusat data membutuhkan listrik dalam jumlah besar dan sistem pendingin yang dapat membutuhkan sumber daya air.

Karena itu, pemilihan lokasi harus mempertimbangkan kondisi jaringan listrik, ketersediaan air, dampak lingkungan, serta kebutuhan masyarakat setempat.

Uni Eropa sendiri telah menyoroti peluang untuk memanfaatkan panas buangan dari pusat data.

Penelitian yang didukung Komisi Eropa menunjukkan panas tersebut berpotensi digunakan untuk proses seperti pemurnian air dan penangkapan karbon sehingga limbah panas tidak selalu berakhir sebagai energi yang terbuang.

Perkembangan pusat data Eropa pada 2026 menunjukkan adanya pembagian fungsi berdasarkan kebutuhan.

Kategori :