BACAKORAN.CO – Pusat data yang menopang perkembangan kecerdasan buatan (AI) di Eropa mulai dibangun semakin jauh dari pusat-pusat perkotaan.
Perubahan ini terutama terjadi pada proyek baru yang membutuhkan lahan luas, pasokan listrik besar, serta infrastruktur jaringan yang mampu mendukung operasi AI.
Jadi, apakah pusat data AI di Eropa benar-benar dipindahkan dari kota? tidak sepenuhnya.
Tren yang terjadi saat ini lebih banyak berupa pergeseran lokasi pembangunan pusat data baru dari kawasan metropolitan menuju wilayah pinggiran, kota sekunder, kawasan rural, hingga daerah yang memiliki pasokan energi lebih melimpah.
BACA JUGA:5 Keunggulan Samsung A38 5G Terbaru 2026: Layar Jernih, Baterai Awet, dan Performa Kencang
BACA JUGA:Langkah Kecil Aqa Ikut Kibarkan Merah Putih di Puncak Dempo
Menurut laporan Reuters pada 19 Agustus 2026, pusat data hyperscale baru di Eropa yang dibangun pada periode 2026-2028 diperkirakan rata-rata berjarak sekitar 175 kilometer dari pusat perkotaan.
Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan rata-rata sekitar 46 kilometer pada periode 2022-2025.
Mengapa Pusat Data AI Dibangun Jauh dari Kota? Ada satu faktor yang semakin menentukan lokasi pusat data AI: ketersediaan listrik.
AI generatif dan layanan AI berskala besar membutuhkan infrastruktur komputasi dengan jumlah server dan akselerator yang sangat besar.
BACA JUGA:Begal Sadis yang Tewaskan Wanita Muda di Kertapati Tertangkap, Pelaku Ditembak
Kondisi tersebut membuat kebutuhan listrik pusat data meningkat drastis.
Di kawasan seperti London, Frankfurt, dan Amsterdam, pengembang menghadapi keterbatasan lahan, kapasitas jaringan listrik, proses perizinan, serta persaingan penggunaan infrastruktur.
Karena itu, wilayah di luar pusat kota menjadi semakin menarik.