BACAKORAN.CO - Suasana Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Kamis pagi 20 Agutus 2026, sedikit berbeda dari biasanya.
Sejak pagi hari sekira pukul 08.00 WIB, sejumlah pegawai perustakaan yang berada di Jl. Demang Lebar Daun No.47, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sumatera Selatan itu sudah terlihat rapi, lebih rapi dari biasanya.
Suasana Perpustakaan yang biasanya tenang, adem, ayem dan sejuk itu tiba-tiba sedikit "heboh". Disudut-sudut beberapa ruangan baca terdengar suara perbincangan tentang sejumlah 'artis ibu' kota yang pagi itu dijadwalkan akan datang ke Perpustakaan Provinsi Sumsel.
"Katanya yang mau datang itu Ahmad Dani, Once, Melly Goslow, Denny Cagur,"celetuk seorang pegawai.
BACA JUGA:Perpustakaan Sumsel Bakal Usulkan Naskah Kuno Karya Abdus Somad Al Palimbani Sebagai IKON
BACA JUGA:Perpustakaan Universitas Leiden Lirik Karya Lokal Sumsel untuk Koleksi Dunia
Ya, nama-nama artis ibu kota itu sejak beberapa hari terakhir memang di sebut akan berkunjung ke Perpustakaan Provinsi Sumsel.
Namun mereka datang bukan untuk 'manggung'melainkan datang sebagai wakil rakyat dalam rangka kunjungan kerja, untuk mendengar dan menyerap aspirasi. Nama-nama artis tersebut tergabung dalam Anggota Komisi X DPR RI.
Sekitar pukul 09.00 WIB, rombongan tiba di perpustakaan yang berada di Jalan Demang Lebar Daun No. 47, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Namun anggota Komisi X DPR RI yang hadir hanya empat orang. mereka yaitu Wakil Ketua Komisi X DPR RI H Lalu Hadrian Irfani ST (PKB). Kemudian Ferdiansyah dari Fraksi Partai Golkar, Once Mekel dari Fraksi PDI Perjuangan, serta Drs Sabam Sinaga dan Dr drh Hj Dewi Coryati MSi dari Fraksi PAN.
BACA JUGA:Dolar AS Melemah ke Level Terendah Sejak Mei, Pasar Soroti Langkah Treasury dan BI Rate
BACA JUGA:Viral Maba UNP Jalan Jongkok Masuk Kampus, Pihak Kampus: Bukan Perpeloncoan, Hanya Pemanasan Biar Fresh
Kedatangan mereka disambut Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel Fitriana SSos MSi beserta jajaran. Perwakilan Dinas Pendidikan dan BRINDA Sumsel juga hadir dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat perpustakaan tersebut.
Suasana pertemuan mencair ketika Lalu Hadrian memperkenalkan Once Mekel kepada peserta pertemuan. “Nanti fotonya jangan lama-lama ya, Bu. Kita mau pulang cepat soalnya,” selorohnya.
Di balik suasana santai tersebut, agenda Komisi X cukup serius. Mereka datang untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung kondisi literasi di Sumsel.
Lalu Hadrian mengatakan kunjungan tersebut bertujuan menggali masukan mengenai kondisi literasi daerah. Termasuk potensi dan peran perpustakaan daerah dalam memperkuat budaya baca masyarakat. Hal itu dinilai penting untuk menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
BACA JUGA:Langkah Kecil Aqa Ikut Kibarkan Merah Putih di Puncak Dempo
BACA JUGA:Begal Sadis yang Tewaskan Wanita Muda di Kertapati Tertangkap, Pelaku Ditembak
“Pembangunan sumber daya manusia yang unggul menjadi prasyarat mutlak. Salah satu pilar utama pembangunan SDM tersebut adalah menguatkan budaya baca serta peningkatan kecakapan literasi masyarakat,” kata Lalu.
Dia menyoroti tantangan literasi Indonesia yang masih cukup berat. Berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, skor membaca siswa Indonesia berada di angka 359 poin.
Angka tersebut jauh di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 476 poin.
Menurut Lalu, literasi membaca tidak sekadar kemampuan mengeja atau memahami tulisan. Literasi mencakup kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan, serta berinteraksi dengan teks untuk mencapai tujuan dan mengembangkan pengetahuan.
BACA JUGA:Pelatih Persebaya Soroti Emosional Pemain jelang Super League 2026/27, Boyongan ke Thailand
Dalam pertemuan itu, Lalu juga mengapresiasi paparan Fitriana mengenai akses dan layanan Perpustakaan Provinsi Sumsel.
Dia menyebut layanan perpustakaan di Sumsel telah berupaya menjangkau masyarakat secara merata. Tidak hanya berpusat di perkotaan, tetapi juga menyentuh wilayah kabupaten, kota hingga desa.
“Apalagi tadi kita dengar ada Bunda Literasi yang sampai kabupaten-kota hingga ke desa. Itu dahsyat,” ujarnya.
Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan menyerap berbagai masukan dari pemangku kepentingan literasi. Mulai Dinas Pendidikan Sumsel, organisasi penerbit, pengelola perpustakaan sekolah, perpustakaan perguruan tinggi, hingga organisasi pustakawan.
BACA JUGA:Pelatih Bali United Puji Anak John Herdman, Begini Katanya