Sebaliknya, tekanan yang terlalu tinggi juga dapat memengaruhi karakter handling dan kenyamanan.
Tekanan ideal setiap motor dapat berbeda.
Karena itu, jangan hanya mengikuti angka yang tertera pada pompa atau perkiraan pribadi.
Gunakan rekomendasi tekanan ban dari pabrikan motor dan sesuaikan dengan kondisi penggunaan.
Jika motor mendadak terasa berat saat belok, periksa tekanan ban depan dan belakang sebelum melakukan pemeriksaan yang lebih rumit.
BACA JUGA:Motor Listrik 2026: DP Ringan & Cicilan Murah Jadi Kunci Pasar Indonesia
2. Ban Sudah Aus atau Bentuknya Tidak Normal
Selain tekanan, kondisi fisik ban juga berpengaruh terhadap kemampuan motor bermanuver.
Ban yang sudah aus, memiliki keausan tidak merata, atau bentuk permukaannya berubah dapat membuat karakter motor terasa berbeda.
Misalnya, bagian tengah ban lebih cepat aus akibat penggunaan sehari-hari.
Kondisi tersebut dapat membuat transisi motor ketika mulai dimiringkan terasa berbeda dibandingkan ban yang masih dalam kondisi baik.
Periksa juga apakah terdapat:
- Retakan pada permukaan ban.
- Benjolan.
- Benda tajam yang menancap.
- Keausan tidak merata.
- Tapak ban yang sudah terlalu tipis.
Jika kondisi ban sudah tidak layak, sebaiknya jangan menunda penggantian.
BACA JUGA:Motor Listrik Terbaik untuk Usaha UMKM 2026, Mana yang Paling Hemat?
3. Komstir Mulai Bermasalah
Komstir atau steering bearing merupakan salah satu komponen penting pada sistem kemudi motor.