Komponen ini membantu memungkinkan setang dan roda depan bergerak mengikuti arah yang diinginkan pengendara.
Ketika komstir bermasalah, setang dapat terasa berat, seret, atau justru terasa tidak stabil.
Salah satu gejala yang sering dirasakan adalah setang seperti memiliki posisi tertentu yang terasa lebih berat ketika diarahkan.
Pada kondisi lain, dapat muncul suara atau rasa tidak normal ketika setang digerakkan.
Jika setelah memeriksa tekanan dan kondisi ban masalah masih terasa, komstir menjadi salah satu komponen yang patut diperiksa oleh teknisi.
Jangan mencoba membongkar komstir sendiri jika tidak memiliki pengetahuan dan peralatan yang sesuai karena bagian tersebut berhubungan langsung dengan sistem kemudi.
BACA JUGA:Aki Motor Mulai Lemah? Kenali 5 Tandanya Sebelum Motor Susah Distarter dan Mogok Mendadak
4. Suspensi Depan Tidak Bekerja Optimal
Suspensi depan juga dapat memengaruhi handling.
Suspensi yang bermasalah dapat membuat roda depan tidak bekerja secara optimal ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Perhatikan apakah terdapat kebocoran oli pada area shock depan, perubahan rasa suspensi, atau motor terasa berbeda ketika melewati jalan bergelombang.
Jika suspensi terlalu keras, terlalu lembut, atau mengalami masalah pada komponen internalnya, kenyamanan dan kestabilan saat bermanuver dapat ikut terganggu.
Pemeriksaan suspensi sebaiknya dilakukan oleh mekanik, terutama jika ditemukan kebocoran atau kerusakan pada bagian tertentu.
5. Velg atau Roda Tidak Dalam Kondisi Ideal
Velg juga jangan dilupakan ketika motor terasa sulit diarahkan.
Benturan keras dengan lubang atau trotoar dapat menyebabkan kerusakan pada bagian roda.